Di sisi lain, saluran pernapasan juga jadi korban. Menghirup zat kimia ini memicu iritasi hebat.
Prof. Erlina menegaskan.
Memang, awalnya pengguna akan merasakan euforia. Rasa nyaman dan percaya diri yang melonjak instan. Tapi itu cuma ilusi, kebahagiaan semu yang justru menjebak, terutama bagi remaja yang penasaran.
Namun begitu, konsekuensinya jauh lebih berat. Selain jantung dan paru-paru, zat ini menggerogoti pencernaan. Mual, muntah, diare kronis bisa muncul. Yang lebih mengkhawatirkan, otak pun tak luput. Fungsi berpikir bisa terganggu secara permanen kalau pemakaian terus berlanjut.
Pungkasnya. Sungguh, harga yang terlalu mahal untuk sekadar sensasi sesaat.
Artikel Terkait
Kuba Gelar Latihan Militer, Siap Hadapi Ancaman AS
Sawah Berbisik Data: Ketika Petani dan AI Menyulam Masa Depan Pangan
Dua Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI Saat Bertugas di Cisarua
Gelombang Pelapor WNI Korban Sindikat Kamboja Mulai Mereda