Nunung, Buaya Peliharaan 28 Tahun, Akhirnya Dievakuasi di Natar

- Senin, 29 Desember 2025 | 14:54 WIB
Nunung, Buaya Peliharaan 28 Tahun, Akhirnya Dievakuasi di Natar

Buaya Peliharaan 28 Tahun Akhirnya Dievakuasi di Natar

Lampung Selatan – Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di Dusun Tanjung Waras, Natar, Minggu lalu. Petugas Damkarmat setempat dengan hati-hati mengangkat seekor buaya dari bak penampungan di rumah seorang warga. Buaya itu bukan sembarang buaya. Ia telah menjadi penghuni rumah Jarkasih (65) selama hampir tiga dekade.

Rupanya, sang pemilik mulai merasa was-was. Binatang peliharaannya yang sudah berumur 28 tahun itu dinilai mulai berisiko. Kekhawatiran bahwa suatu saat ia bisa menggigit akhirnya mendorong Jarkasih untuk menghubungi call center Mako Kalianda.

“Iya, benar. Pemiliknya yang melapor karena khawatir,” jelas Rully Fikriyansyah, Kabid Damkarmat Lampung Selatan.

“Dia rasa, buaya di bak itu sudah jadi ancaman. Takut nanti menggigit orang,” tambahnya.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Tak lama setelah panggilan masuk, tim bergerak menuju lokasi. Menurut Rully, proses evakuasi berlangsung relatif singkat, mulai pukul 10.20 dan beres sekitar 11.00 WIB.

“Alhamdulillah lancar, tidak ada kendala. Tidak ada korban juga,” ucap Rully, menggambarkan operasi yang berjalan mulus itu.

Buaya betina yang dipanggil “Nunung” ini punya cerita. Konon, ia dulunya adalah pemberian bos Jarkasih. Sejak itu, ia tinggal di rumah itu, diberi nama, dan dirawat hingga ukurannya sekarang.

Lantas, apa yang terjadi pada Nunung setelah dievakuasi?

Rully menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA Lampung. Untuk sementara waktu, buaya itu masih dalam pengamanan petugas sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari otoritas terkait.

“Kami sudah hubungi BKSDA sejak kemarin. Sekarang masih kami amankan dulu, tunggu tindak lanjutnya,” pungkas Rully.

Kejadian ini jadi pengingat untuk kita semua. Damkarmat Lampung Selatan mengimbau masyarakat agar berpikir ulang untuk memelihara satwa liar, apalagi yang berpotensi berbahaya. Jika menemui situasi serupa, langkah terbaik adalah segera melaporkannya ke pihak berwenang. Biar ahlinya yang menangani.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar