MURIANETWORK.COM - Lionel Messi membuka peluang untuk absen dari Piala Dunia 2026. Megabintang Argentina itu menyatakan hanya akan membela timnasnya jika kondisi fisiknya benar-benar berada pada level terbaik menjelang turnamen. Pernyataan sang kapten ini mengundang perhatian, mengingat Piala Dunia 2026 di Amerika Utara akan menjadi ajang terakhir yang realistis bagi Messi, yang saat itu akan berusia 39 tahun, untuk tampil di kancah tertinggi sepak bola dunia.
Keputusan Tanpa Kompromi: Hanya Jika 100% Fit
Dalam sejumlah keterangannya, Messi menegaskan sikap profesionalnya tanpa tedeng aling-aling. Bagi legenda hidup itu, sebuah turnamen sebesar Piala Dunia tidak bisa dijalani dengan kesiapan setengah hati. Ia menilai kompetisi level dunia menuntut intensitas dan kesiapan total yang jauh lebih tinggi daripada pertandingan liga domestik.
“Saya tidak akan pergi ke Piala Dunia hanya untuk pergi, atau sekadar hadir di sana. Jika saya merasa baik, saya akan pergi. Jika tidak, saya tidak akan pergi. Saya tidak akan pergi hanya untuk mengatakan ‘Saya bermain di Piala Dunia ketiga saya’ jika saya tidak berada dalam kondisi yang tepat, jika saya tidak merasa baik, atau jika saya tidak memenuhi level yang saya miliki hari ini,” tegas Messi, menekankan prinsipnya.
Standar tinggi ini menunjukkan kedewasaannya dalam menilai performa. Messi tampaknya lebih memilih memberi jalan kepada pemain muda yang sedang dalam puncak kondisi daripada memaksakan diri dan berpotensi menjadi beban bagi skuad Argentina.
Mempertimbangkan Realitas Usia dan Ritme
Pertimbangan Messi sangatlah realistis. Pada 2026, faktor usia akan menjadi tantangan nyata untuk mempertahankan konsistensi performa tertinggi selama satu bulan penuh turnamen. Meski masih menjadi pemain kunci di Inter Miami, Messi menyadari betul perbedaan tuntutan fisik antara Major League Soccer (MLS) dan persaingan ketat melawan tim-tim elite dunia.
Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai pemain yang sangat memahami dan merawat kondisi tubuhnya. Keputusan-keputusan terkait kebugaran jarang diambil secara emosional, melainkan melalui pertimbangan matang untuk menjaga kualitas permainannya. Pendekatan yang sama kini diterapkannya untuk masa depannya di timnas.
Melampaui Romantisme, Mengutamakan Kontribusi
Pernyataan Messi ini juga mencerminkan bahwa keputusannya tidak akan didasari sentimen atau romantisme. Setelah mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia di Qatar 2022, beban historis telah terlepas. Fokusnya kini bergeser: ia ingin memastikan bahwa kehadirannya di tim nasional tetap membawa nilai tambah dan kontribusi nyata di lapangan hijau.
“Saya ingin selalu memberikan yang terbaik untuk tim saya, ingin berkontribusi, dan menjadi penting. Saya tidak ingin pergi ke sana dan gagal, atau membahayakan tim saya,” ungkapnya, menyiratkan rasa tanggung jawab yang besar.
Sikap ini justru memperkuat citranya sebagai pemain yang penuh integritas. Ia menolak untuk sekadar menjadi simbol atau penghias bangku cadangan, sebuah pilihan yang patut diacungi jempol di era di mana banyak pemain besar mungkin akan tergoda untuk sekadar “hadir”.
Harapan Publik dan Keputusan Akhir
Di sisi lain, harapan publik Argentina, dan tentu saja para penggemar sepak bola global, tentu sangat besar untuk melihatnya kembali beraksi. Pengaruh, kepemimpinan, dan kejeniusannya di lapangan tetap merupakan aset tak ternilai bagi La Albiceleste. Kehadirannya saja sudah mampu mengangkat moral tim dan menciptakan dimensi permainan yang berbeda.
Namun, pada akhirnya, keputusan terletak di pundak Messi dan penilaian jujurnya terhadap kondisi fisiknya sendiri. Proses pemantauan dan persiapan menuju 2026 akan menjadi kunci. Jika tubuhnya merespons positif dan ia yakin dapat tampil pada level yang ia inginkan, dunia sepak bola mungkin masih akan menyaksikan keajaibannya sekali lagi. Jika tidak, ia telah menyiapkan semua pihak untuk sebuah akhir yang diputuskan dengan penuh kesadaran dan profesionalisme tinggi.
Artikel Terkait
Gol Perdana Marc Guehi Bawa Manchester City Lolos ke Babak Berikutnya Piala FA
Harry Kane Cetak Dua Gol, Bayern Munich Hajar Werder Bremen 3-0
Polisi Tangkap Pengedar Sabu di SPBU Kemang, Sita Tiga Bungkus
BI Terapkan Kuota Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran 2026