Lima tahun pasca merger, Bank Syariah Indonesia (BSI) masih terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang solid. Tapi, di balik angka-angka yang menggembirakan itu, ada pekerjaan rumah yang tak kalah besarnya: bagaimana menjangkau potensi pasar 240 juta muslim di Indonesia dan mendorong inklusi keuangan syariah yang lebih merata.
Dalam Syariah Economic Forum 2026 yang digelar Metro TV dan Indef di The Tribrata Dharmawangsa, Kamis (12/2/2026), Direktur Finance dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho membeberkan capaian perseroan. Yang paling mencolok adalah lonjakan jumlah nasabah. Dari yang awalnya 14 juta di tahun 2021, kini telah membengkak jadi lebih dari 23 juta. Artinya, ada tambahan sekitar 9 juta nasabah dalam kurun lima tahun terakhir.
"Kita menunjukkan progres yang luar biasa, baik dari sisi angka-angka keuangan, aset, profitabilitas, tapi juga yang terpenting adalah pertumbuhan jumlah nasabah yang luar biasa,"
ujar Ade Cahyo Nugroho.
Memang, literasi keuangan syariah disebutkan telah naik hampir tiga kali lipat sejak merger. Namun begitu, jalan menuju inklusi penuh masih terasa panjang. Menurut Ade, tantangan utamanya sekarang bukan sekadar membuat masyarakat tahu, melainkan mendorong mereka untuk benar-benar memakai produk perbankan syariah dalam keseharian.
Artikel Terkait
Fadli Zon Serukan Efisiensi Energi dan Kerja Adaptif di Kementerian Kebudayaan
Anggota DPR Desak Kementerian Kehutanan Tingkatkan Antisipasi Karhutla Jelang Kemarau Panjang 2026
Rubio Sebut Garis Akhir Perang dengan Iran Sudah Tampak, Vatikan Serukan Dialog
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan, Satu Personel Kritis