Laga Piala FA di Etihad Stadium Sabtu malam kemarin berjalan sesuai skenario yang diramalkan banyak orang. Manchester City, sang raksasa, dengan mulus mengatasi Salford City dengan skor 2-0. Tiket ke babak berikutnya pun sudah di kantong. Namun begitu, di balik skor yang tampak biasa itu, ada beberapa cerita yang menarik untuk dicermati.
Dominasi City terasa sejak wasit meniup peluit awal. Mereka mengurung Salford di wilayah sendiri, bermain dengan ritme yang mereka tentukan. Penguasaan bola mencapai 80 persen angka yang nyaris tak masuk akal. Tekanan itu langsung membuahkan hasil di menit keenam. Situasi kacau di kotak penalti Salford berakhir dengan bola menyentuh salah satu pemain bertahan dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu seperti membuka keran permainan yang sepenuhnya dikuasai tuan rumah.
Statistiknya benar-benar sepihak. City melepaskan 19 tembakan, meski hanya empat yang mengarah tepat. Akurasi operan mereka fantastis, 91 persen dari total 683 umpan. Di sisi lain, Salford cuma bisa mengumpulkan enam percobaan tembakan sepanjang 90 menit. Mereka bertahan mati-matian, tapi nyaris tak pernah benar-benar mengancam.
Gol kedua, yang sekaligus menutup pertandingan, baru datang di menit ke-81. Dan gol itu punya makna khusus.
Marc Guehi, bek tengah anyar yang didatangkan musim panas lalu, akhirnya membuka rekening golnya untuk City. Ia memanfaatkan situasi bola mati dengan kepala kerasnya. Sorak-sorai pendukung langsung memecah udara dingin Manchester.
“Gol pertama Guehi untuk City!” tulis akun media sosial klub, menyoroti momen bersejarah bagi pemain muda itu.
Penampilannya tak cuma soal gol itu. Guehi tampil kompak di jantung pertahanan, menjadi alasan utama City bisa menjaga gawangnya tetap bersih tanpa sekalipun menerima kartu kuning. Performa seperti ini yang diharapkan Guardiola saat merekrutnya.
Pep sendiri melakukan sejumlah rotasi. Beberapa pemain pelapis dan wajah baru mendapat kesempatan. Tapi, seperti biasa, filosofi permainan tak berubah. Intensitas tetap tinggi, serangan datang dari segala arah lewat umpan-umpan pendek yang tajam atau eksploitasi kecepatan di sayap. Salford sempat coba bertahan lalu menyerang balik, tapi upaya mereka selalu mentah di depan barisan pertahanan City yang tertata rapi.
Jadi, apa yang bisa kita ambil dari laga ini? Selain kemenangan yang penting, City menunjukkan kedalaman skuad yang mengagumkan. Mereka bisa melakukan rotasi tanpa kehilangan kendali permainan. Ini adalah modal berharga untuk menghadapi jadwal padat menuju akhir musim, di mana perburuan gelar di berbagai front masih terbuka lebar. Dengan pemain seperti Guehi mulai mencetak gol dan menyatu dengan sistem, ancaman City terasa semakin multidimensi.
Skor akhir 2-0 mungkin terkesan sederhana. Tapi pesan yang dikirimkan dari Etihad malam itu jelas: City sedang dalam mood yang bagus, dan siap meneruskan perjalanan mereka di Piala FA.
Artikel Terkait
Messi Tegaskan Hanya akan Tampil di Piala Dunia 2026 Jika Kondisi Fisik 100%
Harry Kane Cetak Dua Gol, Bayern Munich Hajar Werder Bremen 3-0
Polisi Tangkap Pengedar Sabu di SPBU Kemang, Sita Tiga Bungkus
BI Terapkan Kuota Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran 2026