Keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya benar-benar terjadi. Langkah ini, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta, bisa memengaruhi bagaimana dunia menangani krisis kesehatan di masa depan.
"Ini langkah yang patut disayangkan," ujar Sukamta kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Dia melanjutkan, "WHO selama ini jadi pilar utama koordinasi kesehatan global. Di tengah ancaman penyakit yang gampang sekali melintas batas negara, melemahnya komitmen terhadap kerja sama multilateral justru berisiko mengurangi efektivitas respons dunia."
Lalu, bagaimana dampaknya buat Indonesia? Sukamta menilai, secara langsung, pengaruhnya terbatas. Indonesia tetaplah anggota WHO dan masih punya akses ke berbagai data serta panduan teknis dari organisasi tersebut.
Tapi jangan salah. Ada efek domino yang perlu diwaspadai.
"Yang jadi soal, berkurangnya kontribusi AS bisa memengaruhi kapasitas WHO secara global. AS kan selama ini termasuk penyumbang terbesar," jelas politikus PKS ini.
Karena itu, menurutnya, Indonesia perlu mengambil sikap. "Kita harus tetap mendukung WHO, tapi sekaligus memperkuat kerja sama kesehatan secara bilateral dan regional. Di sisi lain, penguatan kemandirian sektor kesehatan nasional mulai dari riset sampai produksi obat harus dipercepat," tutur Sukamta.
Keputusan hengkangnya AS ini sendiri sudah lama diwacanakan. Dilaporkan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) mengonfirmasi penyelesaian proses penarikan diri pada Kamis waktu setempat. Agenda ini menjadi salah satu poin yang dituntaskan dari era kepemimpinan Donald Trump.
Prosedurnya memang tak instan. AS harus memberi pemberitahuan setahun sebelumnya dan melunasi semua kewajiban keuangannya. Nah, pada Kamis itu pula, HHS menyatakan pendanaan pemerintah AS untuk WHO telah dihentikan total. Personel dan kontraktor AS yang bekerja di WHO pun ditarik semua.
Intinya, Amerika Serikat kini benar-benar memutus tali. Mereka tak lagi terlibat dalam komite, struktur kepemimpinan, atau kelompok kerja teknis apa pun yang disponsori WHO.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Terpukul Sentimen Global
Plt Sekjen MPR Kagumi Wawasan Kebangsaan Peserta LCC Empat Pilar di Riau
Mahfud MD Bantah Pernyataan Saiful Mujani Layak Diproses Hukum, Berseberangan dengan Menteri HAM
Polisi Selidiki Video Viral Pengeroyokan Pria Diduga Preman di Stasiun Bogor