Acara Nuzulul Quran di Istana Negara, Selasa lalu, diwarnai momen yang cukup menyita perhatian. Usai memberikan ceramah, Presiden Prabowo Subianto tampak sigap mendekati sang pembicara, Prof. Quraish Shihab. Dengan langkah pasti, Prabowo menggandeng tangan cendekiawan muslim yang juga mantan Menag itu, membantunya turun dari podium.
Keduanya lalu terlihat berbincang singkat. Quraish Shihab sepertinya menyampaikan sesuatu kepada Presiden, mengingatkan kita pada kekuatan interaksi personal di tengah acara-acara kenegaraan yang biasanya kaku.
Sebelum momen itu, suasana di ruangan sudah terasa khidmat berkat ceramah dan doa khusus yang dipanjatkan Quraish Shihab untuk Prabowo. Ia berharap sang Presiden senantiasa diberi pertolongan Allah SWT. Amanah kepemimpinan yang diemban, terutama dalam menegakkan perdamaian dan keadilan, menjadi fokus dari doanya.
"Saya berterima kasih diberi kepercayaan untuk berbicara dan menyampaikan apa yang saya rasa perlu kita sadari bersama," ucap Quraish Shihab membuka sambutannya.
Doa yang ia panjatkan ternyata terinspirasi dari gurunya, ulama besar Mesir Muhammad Metwally Al-Sha'rawi. Konon, sang guru pernah menyampaikan doa serupa untuk pemimpin di negerinya.
"Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden," katanya.
"Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Beliau pernah berdoa kepada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat: Kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan."
Artikel Terkait
Mayat Perempuan Muda Ditemukan Terbungkus Karung di Bantaran Sungai Denai
Presiden Prabowo Panggil Khusus Qori Cilik Usai Pembacaan Ayat di Istana
Menteri Ekraf Dukung NTB Kembangkan Event Berbasis IP dan Sekolah Coding Internasional
PUPR Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026