Iran tiba-tiba menutup langitnya. Keputusan itu berlaku sejak Kamis (15/1/2026), membatasi semua lalu lintas udara yang masuk maupun keluar. Hanya penerbangan sipil internasional yang sudah dapat izin khusus yang boleh melintas. Langkah ini langsung menimbulkan spekulasi.
Menurut laporan Anadolu Agency, pemberitahuan resmi menyebut semua lalu lintas udara lainnya ditangguhkan. Suasana mencekam, apalagi ketegangan regional dan domestik sedang memuncak. Di dalam negeri, gelombang protes anti-pemerintah terus bergulir. Tekanan internasional juga kian menguat.
Namun begitu, hanya sekitar lima jam kemudian, langit Iran kembali dibuka. Penutupan yang singkat itu tetap meninggalkan banyak tanda tanya.
Di sisi lain, situasi ini beririsan dengan dinamika politik yang lebih luas. Presiden AS Donald Trump disebut-sebut sedang mempertimbangkan bentuk tanggapan terhadap Iran. Negeri itu sendiri tengah dilanda protes terbesar dalam beberapa tahun belakangan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Perketat Perlindungan WNI di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran
Kolaborasi Seni dan Solidaritas: 17.000 Paket Rendang untuk Korban Bencana Sumatera
GTSI Lakukan Reshuffle Manajemen untuk Perkuat Sinergi dengan Induk Perusahaan
Ahli Neurologi Peringatkan: Tidur 6 Jam Sehari Setara dengan 48 Jam Begadang