Jasa Marga Luncurkan Travoy Go, Sistem RFID untuk Antisipasi Antrean Mudik 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 03:15 WIB
Jasa Marga Luncurkan Travoy Go, Sistem RFID untuk Antisipasi Antrean Mudik 2026

MURIANETWORK.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi meluncurkan identitas baru untuk layanan transaksi tol nir sentuhnya, Travoy Go, dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta. Inovasi berupa stiker RFID ini dirancang untuk mempercepat proses pembayaran di gerbang tol, mengurangi antrean, dan menyambut puncak arus mudik Lebaran tahun depan dengan sistem yang lebih efisien.

Travoy Go: Rebranding untuk Layanan yang Lebih Efisien

Sebagai pengembangan dari program sebelumnya yang dikenal sebagai Let it Flo, Travoy Go menghadirkan konsep yang sama namun dengan identitas yang diperbarui. Inti layanannya tetap memudahkan pengguna jalan tol untuk beralih ke sistem pembayaran yang lebih praktis, tanpa perlu kontak fisik atau mengeluarkan kartu.

Dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), kendaraan yang telah dipasangi stiker khusus dapat melintas dengan mulus. Sensor di gerbang tol akan mendeteksi stiker dari jarak sekitar satu meter saat kendaraan melaju dengan kecepatan di bawah 20 km/jam, sehingga palang pintu terbuka secara otomatis tanpa mengharuskan pengemudi berhenti.

Fasilitas Langsung di IIMS 2026 dan Persiapan Menyambut Mudik

Memanfaatkan momentum pameran otomotif terbesar tersebut, Jasa Marga membuka layanan langsung bagi pengunjung. Di Hall D JIExpo Kemayoran, masyarakat dapat melakukan registrasi dan pemesanan stiker. Sementara untuk pemasangan fisik stiker RFID, perusahaan menyediakan Fitment Center terpisah di Hall C.

Langkah strategis ini jelas merupakan persiapan matang menyongsong puncak arus mudik Lebaran 2026. Diharapkan, adopsi teknologi ini dapat secara signifikan memangkas waktu tunggu di gerbang tol, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi jutaan pemudik.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar