Tabungan Rp 15 Juta untuk Berobat Kakek 70 Tahun Hangus Terbakar di Dapur

- Minggu, 15 Februari 2026 | 04:05 WIB
Tabungan Rp 15 Juta untuk Berobat Kakek 70 Tahun Hangus Terbakar di Dapur

MURIANETWORK.COM - Seorang kakek berusia 70 tahun di Sulawesi Barat terpaksa menyaksikan tabungan seumur hidupnya, yang dikumpulkan untuk biaya berobat, hangus dilalap api. Peristiwa mengharukan ini terjadi Jumat (13/2) siang di dapur rumah Rasil, warga Dusun Rea Jaya, Kabupaten Polewali Mandar, dan terekam dalam video yang menyebar luas.

Momen Pilu di Tengah Puing

Video yang beredar itu menunjukkan Rasil duduk lesu di tangga rumahnya. Air matanya tak terbendung sementara tangannya memegang sisa-sisa uang kertas yang telah menghitam. Dengan hati-hati, ia membuka bungkusan plastik yang meleleh, berusaha memeriksa kondisi tabungannya yang kini nyaris tak berbentuk.

Rasil kemudian menjelaskan alasan di balik jerih payahnya menabung selama bertahun-tahun. "Itu uang sengaja saya kumpul, itu saya ingat penyakit yang tidak menentu, itu buat antisipasi jangan sampai suatu waktu butuh biaya untuk berobat," ungkapnya dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Sabtu (14/2/2026).

Total Kerugian yang Terhitung

Beberapa tetangga yang turut prihatin segera membantu menghitung sisa uang yang bisa diselamatkan. Meski sebagian besar telah menjadi abu, mereka berhasil menjumlahkan kerugian yang mencapai angka yang tidak sedikit.

"Yang masih bisa kita hitung totalnya Rp 15.685.000, mulai pecahan Rp 5 ribu sampai Rp 100 ribu, kebanyakan pecahan seratus ribu nilainya sepuluh juta," jelas Sunarti, salah seorang tetangga yang membantu.

Menurut penuturan warga setempat, Rasil biasa menyimpan uangnya dengan membungkusnya dalam kantong plastik, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kaleng. Kaleng itulah yang diletakkannya di area dapur, yang diduga menjadi titik awal kobaran api.

Respons dan Kondisi Korban

Kepala Desa Patampanua, Yusuf, memberikan konteks mengenai kehidupan Rasil. Ia menuturkan bahwa korban tinggal seorang diri dan sehari-hari bekerja sebagai petani. Meski memiliki anak, sang anak telah memiliki keluarga sendiri.

Yusuf menambahkan bahwa meski kebakaran cukup menghanguskan bagian dapur, respons dari pihak setempat telah diberikan. "Dia mengaku pemerintah setempat telah turun dan memberikan bantuan," tuturnya, mengisyaratkan adanya dukungan awal untuk meringankan beban sang kakek.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar