Tabungan Usia Tua untuk Berobat Ludes Terbakar, Kakek di Polewali Mandar Berduka

- Minggu, 15 Februari 2026 | 04:00 WIB
Tabungan Usia Tua untuk Berobat Ludes Terbakar, Kakek di Polewali Mandar Berduka

Tangis haru seorang kakek di Polewali Mandar, Sulbar, pecah menyaksikan abu sisa tabungan hidupnya. Rasil, 70 tahun, hanya bisa terduduk lemas di tangga rumahnya. Uang yang dikumpulkannya bertahun-tahun untuk jaga-jaga berobat itu, habis dilalap si jago merah.

Peristiwa nahas ini terjadi Jumat siang lalu, sekitar pukul setengah satu waktu setempat. Lokasinya di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanua. Video yang merekam kesedihan Rasil pun menyebar, menyentuh banyak netizen.

Dalam rekaman itu, terlihat sang kakek memegangi sisa uang kertas yang sudah hangus dan rapuh. Dibungkus plastik, segepok uang tunai itu sudah tak lagi berbentuk utuh. Rasil memeriksanya dengan hati-hati, penuh harap meski nyaris tak bersisa.

"Itu uang sengaja saya kumpul," ujarnya, suara terisak, saat ditemui wartawan keesokan harinya.

"Saya ingat penyakit yang tidak menentu. Itu buat antisipasi, jangan sampai suatu waktu butuh biaya untuk berobat."

Melihat kondisi itu, tetangga-tetangga berusaha membantu. Mereka mencoba menghitung sisa uang yang masih bisa diselamatkan. Hasilnya? Sungguh memilukan.

"Yang masih bisa kita hitung totalnya Rp 15.685.000," jelas Sunarti, seorang tetangga.

"Mulai pecahan lima ribu sampai seratus ribu. Kebanyakan pecahan seratus ribu, nilainya sekitar sepuluh juta."

Menurut penuturan Sunarti, Rasil biasa menyimpan uangnya dengan cara sederhana: dibungkus plastik, lalu dimasukkan ke dalam sebuah kaleng. Sayangnya, kaleng itu ditaruhnya di dapur, yang diduga menjadi titik awal kobaran api.

Kepala Desa Patampanua, Yusuf, menerangkan bahwa Rasil tinggal sendirian dan menghabiskan waktunya dengan bertani. Memang ada anak, tapi sudah punya keluarga sendiri.

Untungnya, api hanya melalap bagian dapur rumahnya. Pemerintah setempat, menurut Yusuf, sudah turun tangan memberikan bantuan untuk meringankan beban sang kakek. Namun, luka di hati Rasil, tentu butuh waktu lebih lama untuk sembuh.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar