InJourney Soroti Tiga Tantangan Krusial untuk Dongkrak Daya Saing Pariwisata Bali

- Minggu, 15 Februari 2026 | 09:55 WIB
InJourney Soroti Tiga Tantangan Krusial untuk Dongkrak Daya Saing Pariwisata Bali

MURIANETWORK.COM - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, turut serta dalam dialog strategis antara pemerintah dan pelaku industri di Bali. Dalam forum yang dihadiri pejabat tinggi negara dan gubernur ini, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menguraikan sejumlah tantangan kritis yang menghambat daya saing pariwisata Bali dan Indonesia, lengkap dengan rekomendasi solusi konkret. Dialog ini bertujuan menyerap aspirasi langsung dari dunia usaha guna merumuskan langkah nyata menuju pariwisata nasional yang lebih maju dan kompetitif di kancah global.

Tiga Tantangan Prioritas yang Perlu Diorkestrasi

Menyoroti kompleksitas persoalan, Maya Watono memetakan tiga tantangan utama yang saling berkait dan harus ditangani secara terintegrasi. Prioritas tersebut meliputi aspek konektivitas udara, kesiapan infrastruktur dan akomodasi, serta pembangunan dan promosi destinasi. Pemetaan ini bukan sekadar daftar masalah, melainkan sebuah pandangan holistik yang menekankan perlunya sinergi kebijakan.

Kendala Konektivitas dan Usulan Perbaikan

Dari sisi konektivitas udara, tantangan masih bertumpu pada keterbatasan armada penerbangan domestik dan minimnya rute penerbangan langsung internasional ke berbagai bandara di Indonesia. Selain itu, skema insentif dan kemitraan untuk menarik serta mempertahankan maskapai internasional dinilai belum optimal.

Merespons kondisi tersebut, Maya menyampaikan sejumlah usulan. "Untuk menjawab hal tersebut, InJourney mendorong langkah-langkah penguatan konektivitas melalui evaluasi beberapa regulasi terkait konektivitas yang dapat meningkatkan inbound traffic di destinasi pariwisata prioritas serta pemberian insentif pembukaan rute baru yang dikombinasikan dengan program joint promotion bersama maskapai inbound," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).

Infrastruktur yang Belum Tersinergi

Pada aspek infrastruktur dan akomodasi, peningkatan jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, misalnya, belum diimbangi dengan akses transportasi menuju bandara yang memadai. Konektivitas darat antar destinasi unggulan juga masih terbentur kondisi infrastruktur jalan yang perlu ditingkatkan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar