Whip Pink, Tren Kuliner yang Berubah Jadi Pembunuh Diam-diam

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:25 WIB
Whip Pink, Tren Kuliner yang Berubah Jadi Pembunuh Diam-diam

Nama "Whip Pink" belakangan ini ramai beredar di media sosial. Bukan sekadar tren kuliner, tapi justru jadi momok menakutkan. Produk yang seharusnya untuk dapur ini disalahgunakan jadi pintu masuk narkoba berbahaya. Ahli paru bahkan menyebutnya sebagai penghancur jantung.

Menurut sejumlah saksi, peredaran barang ini kian marak. Polanya beragam, mulai dari bubuk hingga kristal. Cara pakainya pun macam-macam: dihirup, diminum, atau disuntik. Tapi, metode hirup paling banyak ditemukan di kalangan remaja. Miris, bukan?

Prof. dr. Erlina Burhan, seorang dokter spesialis paru, angkat bicara. Ia membeberkan fakta mengerikan di balik tren ini.

Ujarnya saat dihubungi jurnalis Disway, Minggu lalu. Kedua zat itu masuk kategori narkotika dengan efek merusak metabolisme tubuh.

Dampak paling serius? Menyerang jantung. Pengguna berisiko tinggi kena aritmia atau gangguan irama jantung. Kalau dosisnya kebanyakan, jantung bisa tiba-tiba berhenti berdetak. Bisa fatal akibatnya.


Halaman:

Komentar