Nama "Whip Pink" belakangan ini ramai beredar di media sosial. Bukan sekadar tren kuliner, tapi justru jadi momok menakutkan. Produk yang seharusnya untuk dapur ini disalahgunakan jadi pintu masuk narkoba berbahaya. Ahli paru bahkan menyebutnya sebagai penghancur jantung.
Menurut sejumlah saksi, peredaran barang ini kian marak. Polanya beragam, mulai dari bubuk hingga kristal. Cara pakainya pun macam-macam: dihirup, diminum, atau disuntik. Tapi, metode hirup paling banyak ditemukan di kalangan remaja. Miris, bukan?
Prof. dr. Erlina Burhan, seorang dokter spesialis paru, angkat bicara. Ia membeberkan fakta mengerikan di balik tren ini.
Ujarnya saat dihubungi jurnalis Disway, Minggu lalu. Kedua zat itu masuk kategori narkotika dengan efek merusak metabolisme tubuh.
Dampak paling serius? Menyerang jantung. Pengguna berisiko tinggi kena aritmia atau gangguan irama jantung. Kalau dosisnya kebanyakan, jantung bisa tiba-tiba berhenti berdetak. Bisa fatal akibatnya.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional