Longsor Cisarua: 83 Warga Tertimbun, Operasi SAR Berjalan 24 Jam

- Minggu, 25 Januari 2026 | 16:36 WIB
Longsor Cisarua: 83 Warga Tertimbun, Operasi SAR Berjalan 24 Jam

Hujan yang mengguyur tanpa henti akhirnya memicu bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Longsor menimbun sejumlah rumah, meninggalkan duka dan upaya penyelamatan yang kini berlangsung tanpa jeda. Menko PMK Pratikno, usai mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

"Pemerintah menyampaikan duka yang mendalam," kata Pratikno, Minggu (25/1). Musibah ini, menurutnya, dipicu curah hujan yang sangat tinggi.

Fokus utama saat ini jelas: menyelamatkan nyawa. Operasi SAR digelar 24 jam non-stop. Sekitar 83 warga masih dinyatakan hilang, tertimbun material longsor. Upaya pencarian melibatkan banyak pihak dan alat berat.

"Kami mengutamakan penyelamatan jiwa," tegas Pratikno.

Selain itu, penanganan korban, baik yang selamat maupun yang meninggal, dilakukan sebaik mungkin. Mulai dari evakuasi ke rumah sakit terdekat seperti Cililin dan Serang, proses identifikasi oleh Tim Polri, hingga penyerahan jenazah kepada keluarga dengan cara yang bermartabat. Semua diupayakan berjalan semestinya.

Di sisi lain, nasib para pengungsi tak luput dari perhatian. Pemerintah memastikan perlindungan dan pelayanan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Penanganan bencana ini sendiri dibagi dalam beberapa klaster atau tahapan yang berjalan beriringan.

Klaster pertama tentu saja SAR, dipimpin Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB. Lebih dari 250 personel dikerahkan di lokasi.

Lalu, ada klaster kesehatan. Tim medis akan siaga di posko-posko pengungsian, melayani warga sepanjang hari. Ambulans dan fasilitas pendukung lain juga disiagakan. Bahkan, layanan trauma healing sudah disiapkan untuk membantu korban mengatasi tekanan psikologis.

Urusan logistik pun tak kalah penting. Pratikno bercerita, mereka mengecek langsung kondisi pengungsi.

"Kami tadi bertanya, sudah makan pagi atau belum. Klaster logistik sembako dan makanan siap saji sudah disiapkan, termasuk barang-barang pendukung seperti selimut," tuturnya.

Perlindungan sosial juga dijalankan. Kementerian Sosial berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten untuk membantu keluarga terdampak.

Terakhir, ada pembahasan serius soal penanganan infrastruktur dan pencegahan ke depan. Pratikno menegaskan, kejadian serupa harus dihindari. Berbagai opsi, termasuk rencana relokasi warga ke tempat yang lebih aman, sudah mulai dibicarakan.

"Tadi Bapak Wapres sudah membahas rencana relokasi dengan Wagub dan Bupati. Identifikasi lahan diminta segera dilakukan," ucap Pratikno.

Niatnya jelas: memutus mata rantai bencana ini agar tidak terulang lagi di masa datang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler