Lalu, ada klaster kesehatan. Tim medis akan siaga di posko-posko pengungsian, melayani warga sepanjang hari. Ambulans dan fasilitas pendukung lain juga disiagakan. Bahkan, layanan trauma healing sudah disiapkan untuk membantu korban mengatasi tekanan psikologis.
Urusan logistik pun tak kalah penting. Pratikno bercerita, mereka mengecek langsung kondisi pengungsi.
"Kami tadi bertanya, sudah makan pagi atau belum. Klaster logistik sembako dan makanan siap saji sudah disiapkan, termasuk barang-barang pendukung seperti selimut," tuturnya.
Perlindungan sosial juga dijalankan. Kementerian Sosial berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten untuk membantu keluarga terdampak.
Terakhir, ada pembahasan serius soal penanganan infrastruktur dan pencegahan ke depan. Pratikno menegaskan, kejadian serupa harus dihindari. Berbagai opsi, termasuk rencana relokasi warga ke tempat yang lebih aman, sudah mulai dibicarakan.
"Tadi Bapak Wapres sudah membahas rencana relokasi dengan Wagub dan Bupati. Identifikasi lahan diminta segera dilakukan," ucap Pratikno.
Niatnya jelas: memutus mata rantai bencana ini agar tidak terulang lagi di masa datang.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional