Kesenjangan ini jelas bersifat struktural. Fasilitas sekolah, kualitas guru, hingga latar belakang ekonomi keluarga, semuanya ikut bermain. Data ini harusnya jadi alarm keras. Pemerataan kualitas pendidikan masih jadi pekerjaan rumah yang sangat besar dan mendesak.
Di sisi lain, rencana menggunakan TKA sebagai validator nilai rapor untuk SNBP menuai pro-kontra. Tujuannya sih mulia: meningkatkan objektivitas dan keadilan antar sekolah yang standar nilainya beda-beda. Memang ada kendala teknis yang mengemuka, seperti pemadaman listrik atau isu kebocoran soal. Tapi kementerian bersikeras integritas ujian tetap terjaga, dengan ancaman sanksi tegas hingga nilai nol bagi pelanggar berat.
Lalu, apa langkah selanjutnya? Hasil TKA ini sebaiknya dilihat sebagai titik awal, sebuah baseline. Fokusnya bukan pada ganti kurikulum lagi, tapi pada perbaikan cara mengajar. Penguatan kompetensi guru dan penerapan deep learning serta teaching at the right level jadi kunci.
Di tengah mendungnya rapor nasional, ada secercah harapan dari Bali. Provinsi ini muncul sebagai kekuatan baru yang mengejutkan. Dengan rata-rata keseluruhan 41,83, Bali berhasil nangkring di peringkat ke-4 nasional, mengalahkan Jawa Timur dan Jawa Barat. Keunggulannya terlihat di kompetensi bahasa; nilai Bahasa Inggris mereka 28,73 dan Bahasa Indonesia 58,85. Prestasi Bali membuktikan bahwa kualitas pendidikan unggul nggak cuma bisa diwujudkan di pusat-pusat lama.
Pada akhirnya, hasil TKA 2025 adalah panggilan untuk bertindak. Kesuksesan Bali dan DIY harus jadi inspirasi. Sementara, keterpurukan di daerah 3T harus jadi prioritas utama. Mengakui kenyataan pahit ini adalah langkah pertama. Fondasi pendidikan yang lebih adil, yang menempatkan kemampuan bernalar siswa sebagai orientasi utama, baru bisa dibangun setelahnya.
Artikel Terkait
Moving: Drama Superhero Korea yang Curi Perhatian dan Raih Daesang
Korban Penjambretan di Sleman Berbalik Jadi Tersangka Usai Kejar Pelaku
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Buku Hijau di Toko Itu Membawanya Menuju Syahadat