Dia menyebut telah berbicara dengan pimpinan Rusia, China, India, Hongaria, dan Meksiko. Upaya ini bukan tanpa arah. Lula punya agenda lebih jauh: menjajaki kemungkinan diselenggarakannya pertemuan internasional khusus.
"Untuk menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme,"
tandasnya. Pertemuan itu, harapannya, bisa mencegah "kekuatan senjata dan intoleransi dari negara mana pun di dunia" untuk mendominasi.
Langkah Lula ini seperti upaya kecil melawan arus besar. Namun begitu, ia tampak bersikeras bahwa dialog dan kerja sama internasional harus tetap dijaga sebelum semuanya benar-benar berubah.
Pewarta: Xinhua
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dan Ribuan Ekstasi di Jakarta-Bekasi
Jenazah Capt Andy Tiba di Tigaraksa, Keluarga Siap Beri Penghormatan Terakhir
DPR Dapat Awasi Hakim dan Jaksa, Lalu Siapa yang Mengawasi DPR?
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban