Dia menyebut telah berbicara dengan pimpinan Rusia, China, India, Hongaria, dan Meksiko. Upaya ini bukan tanpa arah. Lula punya agenda lebih jauh: menjajaki kemungkinan diselenggarakannya pertemuan internasional khusus.
"Untuk menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme,"
tandasnya. Pertemuan itu, harapannya, bisa mencegah "kekuatan senjata dan intoleransi dari negara mana pun di dunia" untuk mendominasi.
Langkah Lula ini seperti upaya kecil melawan arus besar. Namun begitu, ia tampak bersikeras bahwa dialog dan kerja sama internasional harus tetap dijaga sebelum semuanya benar-benar berubah.
Pewarta: Xinhua
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Sebut Kondisi Keamanan dan Politik Tak Memungkinkan
BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sebagian Besar Sulsel
Israel Lancarkan Serangan Besar ke Basis Hizbullah di Beirut, Balasan Roket Mendarat di Utara
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions