Brasilia Di sebuah acara yang digelar Gerakan Pekerja Pedesaan Tak Bertanah di Bahia, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan kritik pedas. Sasaran utamanya? Donald Trump. Menurut Lula, Presiden Amerika Serikat itu sedang berupaya menciptakan Perserikatan Bangsa-Bangsa versi baru. Dan bukan cuma itu Trump disebut ingin menjadi pemilik tunggal lembaga dunia tersebut.
"Presiden Trump mengusulkan untuk menciptakan PBB baru dan dia menjadi pemilik tunggal PBB itu,"
ujar Lula, Jumat (23/01) lalu. Pernyataannya langsung memantik perhatian.
Lula menggambarkan situasi global saat ini sebagai momen yang "sangat kritis". Multilateralisme, katanya, pelan-pelan disingkirkan. Yang muncul justru unilateralisme, di mana kekuatan terkuatlah yang mendikte hubungan internasional. Piagam PBB pun, dalam pandangannya, sedang "dikoyak-koyak".
Di sisi lain, Lula tak tinggal diam. Dalam beberapa pekan terakhir, dia mengaku telah mengintensifkan kontak diplomatik dengan sejumlah pemimpin dunia. Tujuannya jelas: membangun respons kolektif untuk memperkuat kembali tatanan multilateral.
Dia menyebut telah berbicara dengan pimpinan Rusia, China, India, Hongaria, dan Meksiko. Upaya ini bukan tanpa arah. Lula punya agenda lebih jauh: menjajaki kemungkinan diselenggarakannya pertemuan internasional khusus.
"Untuk menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme,"
tandasnya. Pertemuan itu, harapannya, bisa mencegah "kekuatan senjata dan intoleransi dari negara mana pun di dunia" untuk mendominasi.
Langkah Lula ini seperti upaya kecil melawan arus besar. Namun begitu, ia tampak bersikeras bahwa dialog dan kerja sama internasional harus tetap dijaga sebelum semuanya benar-benar berubah.
Pewarta: Xinhua
Artikel Terkait
Polisi Masih Selidiki Asal Paket Sabu 981 Gram yang Terdampar di Pesisir Pangkep
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Sembilan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Yogyakarta Dibatalkan
Thunder Sapu Bersih Suns 4-0, Shai Gilgeous-Alexander Jadi Motor Dominasi Oklahoma City
Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp2,814 Juta per Gram, Buyback Ikut Terangkat