Bencana Ancam Kopi Aceh, Petani Terpukul dan Serukan Bantuan
Bencana alam yang menerjang Aceh tak cuma menyisakan duka di permukiman. Sektor perkebunan kopi rakyat, tulang punggung ekonomi di sejumlah kabupaten, juga terpukul sangat keras. Di tiga sentra produksi utama Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah sekitar 30 persen dari total 105 ribu hektare kebun kopi dilaporkan rusak. Angka itu bukan sekadar statistik, tapi realita pahit yang kini dihadapi ribuan keluarga petani.
Mohammad Saturdaya, Koordinator Presidium Forum Aksi, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Ia baru saja kembali dari kunjungan lapangan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kerusakan itu, menurutnya, adalah pukulan telak. Bayangkan saja, setiap petani bisa kehilangan pendapatan hingga Rp7 juta per bulan untuk setiap hektare kebun yang rusak. Jika satu keluarga rata-rata menggarap satu hektare, maka puluhan ribu keluarga langsung terhempas dalam kesulitan.
Di sisi lain, guncangan sudah merambat ke rantai pasokan. M. Charis, Ketua Koperasi Babburayyan, yang ikut dalam kunjungan itu, membenarkan hal tersebut.
Artikel Terkait
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan
Prabowo di Davos: Diplomasi Ekonomi dan Langkah Berani di Panggung Retak