Di London, misalnya, Prabowo diterima oleh Raja Charles III. Pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris yang baru, Keir Starmer, juga tak kalah penting. Intinya, kedua pihak sepakat untuk mengeratkan lagi kemitraan strategis yang sudah terjalin.
Lalu, suasana berubah drastis ke hawa dingin Pegunungan Alpen. Presiden terbang ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026. Forum tahunan itu punya arti khusus tahun ini. Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Dunia, sebuah inisiatif yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Terakhir, Prancis. Di Paris, Emmanuel Macron menjadi tuan rumah yang hangat. Undangan dari Presiden Prancis itu dipenuhi dengan pembicaraan berisi, yang lagi-lagi menitikberatkan pada penguatan hubungan strategis kedua negara. Sebuah tema yang sepertinya menjadi benang merah dari seluruh perjalanan ini.
Kini, sepulang dari Eropa, tugas menanti di Jakarta.
Artikel Terkait
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan
Prabowo di Davos: Diplomasi Ekonomi dan Langkah Berani di Panggung Retak