"Kepengurusan Board of Peace yang saat ini terbentuk seharusnya bersifat sementara," jelasnya.
Fokusnya pun harus jelas: menghentikan kebiadaban dan genosida Israel terhadap warga Gaza. Itu yang utama.
Lebih jauh, dia menekankan perlunya memperluas keanggotaan dan partisipasi masyarakat internasional. Dengan begitu, dewan ini bisa benar-benar mewakili kepentingan global, bukan kepentingan sepihak satu negara.
"Tanpa melibatkan tokoh, pemimpin, dan rakyat Gaza, legitimasi Board of Peace cacat hukum dan berpotensi menjadi bom waktu,"
tegas Kiai Muhyiddin.
Selain itu, ada satu syarat lagi yang dia anggap penting. Board of Peace ini harus dapat endorsement dari PBB. Tujuannya agar ada pengawasan dan supervisi resmi dari badan dunia. Barulah akuntabilitas dan transparansinya bisa dijamin. Tanpa itu, semuanya terasa mengambang.
Artikel Terkait
Bola Padel: Rahasia di Balik Pantulan dan Tekanan Udara
Gubernur Jabar Tegaskan Relokasi Warga Pasirlangu Usai Longsor Tewaskan 10 Jiwa
Diplomasi RI Bergerak Cepat Dampingi Remaja Terlilit Kasus ISIS di Yordania
Bareskrim Sita Bukti Triliunan Rupiah Usai Geledah Kantor PT DSI