BPH Migas Pastikan Stok LPG Aman untuk Ramadan dan Lebaran

- Kamis, 12 Maret 2026 | 13:50 WIB
BPH Migas Pastikan Stok LPG Aman untuk Ramadan dan Lebaran

Menjelang Ramadan dan Lebaran tahun depan, kabar baik datang dari pasokan LPG nasional. BPH Migas memastikan semuanya aman dan terkendali. Stok yang ada saat ini diklaim cukup untuk bertahan rata-rata 12 hingga 15 hari ke depan, sebuah jangka waktu yang dinilai memadai untuk menghadapi periode lonjakan konsumsi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Kamis lalu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau stok dan distribusi ke seluruh penjuru tanah air.

"Stok LPG nasional saat ini dijaga dengan coverage days rata-rata sekitar 12 sampai 15 hari. Kami nilai ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode peningkatan konsumsi Ramadan hingga Idulfitri nanti," ujar Erika.

Memang, proyeksi kenaikan permintaannya tidak main-main. Pemerintah memperkirakan penyaluran LPG bakal naik sekitar 4 persen dibanding hari-hari biasa. Wajar sih, aktivitas rumah tangga dan silaturahmi pasti meningkat drastis selama bulan puasa dan hari raya.

Nah, untuk mengantisipasi hal itu, persiapan infrastruktur sudah dilakukan jauh-jauh hari. Ditjen Migas bersama Pertamia telah mengerahkan semua sumber daya. Bayangkan saja, saat ini tersedia 40 terminal LPG, plus ratusan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) baik yang PSO maupun non-PSO yang jumlahnya mencapai 757 unit. Belum lagi ribuan agen LPG yang siap siaga, tepatnya 6.662 agen.

Mereka tidak main-main dengan kesiagaan ini. Di daerah-daerah yang permintaannya biasanya tinggi, agen dan pangkalan LPG akan beroperasi 24 jam. Pasokan tambahan juga sudah disiapkan untuk mengisi cadangan, agar tidak sampai kehabisan di saat-saat genting.

Namun begitu, tantangan terbesar justru mungkin ada di jalanan. Arus mudik Lebaran yang padat berpotensi mengganggu distribusi. Untuk itulah, pemerintah sudah menyiapkan skenario khusus, termasuk pengaturan jadwal pengiriman yang lebih ketat dari depot menuju SPBE. Tujuannya satu: meminimalisir keterlambatan.

Di sisi lain, pengawasan di lapangan akan diperketat. Tim dari Ditjen Migas ESDM akan turun langsung memastikan distribusi berjalan mulus dan stok tersedia di tingkat pengecer. Erika kembali menekankan hal ini.

"Di sisi pengawasan, kami akan melakukan pemantauan langsung di lapangan. Ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap tersedia bagi masyarakat," katanya.

Kalau masyarakat menemui kendala, misalnya kesulitan mendapatkan LPG, pemerintah menyediakan kanal pengaduan. Masyarakat bisa menghubungi call center Pertamina di 135 atau call center ESDM di 136. Intinya, semua lini dipersiapkan agar Ramadan hingga Lebaran nanti berjalan lancar, tanpa kekhawatiran soal ketersediaan gas untuk masak dan keperluan rumah tangga lainnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar