Bali, yang biasanya identik dengan liburan dan pantai, justru menjadi tempat berakhirnya pelarian seorang buronan. Rifaldo Aquino Pontoh, warga negara Indonesia, akhirnya diamankan oleh polisi. Ia masuk dalam daftar buron Interpol, terkait kasus perdagangan orang yang beroperasi dari Kamboja.
Awalnya, penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki kasus penipuan daring biasa. Tapi, benang merahnya malah mengarah ke sesuatu yang lebih seram. Dari penyelidikan itu, muncul dugaan kuat bahwa Rifaldo bukan cuma penipu online. Dia diduga terlibat dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang beroperasi di Kamboja.
Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya, membenarkan hal ini.
"Awalnya kami tangani kasus scamming. Tapi kemudian berkembang, ada beberapa dugaan tindak pidana perdagangan orang di dalamnya," ujar Iman kepada wartawan, Kamis lalu.
Skemanya kejam. Korban-korban diiming-imingi pekerjaan layak di luar negeri. Nyatanya, mimpi itu berubah jadi mimpi buruk. Mereka justru dieksploitasi, dipaksa menjadi operator di kantong-kantong penipuan online yang tersebar di Kamboja.
"Para korban dieksploitasi untuk dijadikan operator di satu tempat di luar negeri," tambahnya.
Jejak Pelarian yang Berakhir di Bali
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rifaldo ternyata sudah kabur ke luar negeri. Polda Metro Jaya tak tinggal diam. Melalui Divisi Hubinter Polri, mereka minta bantuan Interpol untuk mengejar. Tak lama, status red notice pun diterbitkan untuk nama Rifaldo Aquino.
Pelacakan kemudian mendapatkan titik terang. Pada Jumat, 20 Februari, NCB Interpol Indonesia dapat kabar dari rekan mereka di Manila. Rifaldo terpantau bergerak dari Kamboja menuju Filipina. Rupanya, dari Filipina, dia memutuskan pulang ke Indonesia lewat pintu Bali.
Artikel Terkait
Sidang Tuntutan Ammar Zoni, Keluarga Fokus Jaga Kondisi Mental Terdakwa
Hasan Nasbi Dipanggil Presiden Prabowo, Topik Bahasan Diduga Situasi Global
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN 2026 Meski Harga Minyak Sempat Sentuh US$100
Korlantas Gandeng Media sebagai Mitra Kunci Operasi Ketupat 2026