Bambang juga memberi penjelasan soal penyebabnya. Ia menyebut data dari AWS Pakem yang mencatat kecepatan angin mencapai 35 km/jam.
"Angin bergerak dari arah Barat Laut DIY, dengan lapisan atas yang juga kuat. Pergerakan angin ini tidak disertai adanya potensi hujan, namun berdampak kerusakan di beberapa wilayah," katanya menerangkan.
Dampaknya cukup luas. BPBD Sleman punya catatan lengkapnya. Di Cangkringan, misalnya, ada 13 pohon tumbang, ditambah tiang roboh dan atap rumah rusak. Wilayah Turi juga cukup parah: delapan pohon tumbang, atap rumah berantakan, sampai tembok kandang rusak.
Daerah lain seperti Pakem, Ngemplak, Sleman, dan Tempel juga tak luput. Secara keseluruhan, ratusan warga merasakan langsung ganasnya angin siang itu. Kerusakan material bertebaran, tapi yang paling menyayat adalah dua nyawa yang tak terselamatkan dalam perjalanan pulang mereka.
Artikel Terkait
Pabrik Narkoba Sintetis di Kebon Jeruk Digerebek, Potensi Produksi 10 Kilogram
Guru Honorer yang Dulu Joget Dukung Prabowo-Gibran, Kini Galau Lihat Orang Lain Jadi ASN
Jenazah Terakhir Korban ATR 42-500 Diserahkan, Keluarga Berduka di Makassar
MUI Kritik Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza ala Trump