Bambang juga memberi penjelasan soal penyebabnya. Ia menyebut data dari AWS Pakem yang mencatat kecepatan angin mencapai 35 km/jam.
"Angin bergerak dari arah Barat Laut DIY, dengan lapisan atas yang juga kuat. Pergerakan angin ini tidak disertai adanya potensi hujan, namun berdampak kerusakan di beberapa wilayah," katanya menerangkan.
Dampaknya cukup luas. BPBD Sleman punya catatan lengkapnya. Di Cangkringan, misalnya, ada 13 pohon tumbang, ditambah tiang roboh dan atap rumah rusak. Wilayah Turi juga cukup parah: delapan pohon tumbang, atap rumah berantakan, sampai tembok kandang rusak.
Daerah lain seperti Pakem, Ngemplak, Sleman, dan Tempel juga tak luput. Secara keseluruhan, ratusan warga merasakan langsung ganasnya angin siang itu. Kerusakan material bertebaran, tapi yang paling menyayat adalah dua nyawa yang tak terselamatkan dalam perjalanan pulang mereka.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional