Sebelumnya, Anwar telah menyebut bahwa Malaysia memilih untuk berhati-hati. Sikap ini diambil sebelum pemerintah menyatakan dukungan terhadap Dewan Perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Rencana itu disebut-sebut sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang di Gaza.
Namun begitu, informasi yang diterima pemerintah dinilai masih belum jelas. “Kami belum memperoleh informasi yang jelas mengenai pembentukan dewan tersebut,” ungkap Anwar.
Usulan ini sendiri pertama kali diumumkan Trump pada 16 Januari lalu. Dalam pengumuman itu, Dewan Perdamaian untuk Gaza disebut sebagai elemen kunci dari fase kedua rencana perdamaian di wilayah Palestina. Tapi, tampaknya bagi Malaysia, jalan menuju perdamaian masih dipenuhi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Makassar Tetap Buka Layanan Administrasi Selama Libur Lebaran
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran
Once Mekel Dorong Keseimbangan Hak Cipta dan Akses Publik dalam Revisi UU
Batu Karst Pundo Siping, Kejutan Alam Fotogenik di Tengah Lahan Kering Jeneponto