Kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan bikin siswa malas berpikir akhirnya dapat tanggapan resmi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengaku sedang mencari formula agar anak-anak tak sepenuhnya bergantung pada gawai. Salah satu caranya? Menggiatkan kembali kegiatan menulis dengan tangan.
“Kami kan mengombinasikan itu (pembelajaran digital) dengan model pembelajaran yang dalam tanda petik konvensional atau tradisional,” ujar Mu’ti.
“Misalnya kegiatan menulis itu kita aktifkan lagi sekarang,” tambahnya saat berbincang dengan para wartawan di Jakarta, Kamis lalu.
Menurutnya, kombinasi antara metode lama dan baru ini penting. Ia memberi contoh, siswa bisa menonton film atau video pembelajaran lewat panel interaktif di kelas. Namun begitu, resume atau catatan hasil tontonan itu harus mereka tulis tangan, bukan diketik.
Di sisi lain, Mu’ti punya alasan tersendiri. Menulis tangan, katanya, melatih lebih dari sekadar otak. Motorik halus anak ikut terasah, jauh lebih kompleks ketimbang sekadar mengetik di ponsel yang cuma melibatkan dua jempol.
“Menulis itu tidak hanya mengemukakan gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga melatih motorik supaya mereka juga tetap bisa bergerak aktif gitu,” jelasnya.
“Kan kalau pakai HP kan cuma dua jari, ininya (pergelangan tangan) nggak ikut gerak. Nah kalau nulis kan semuanya ikut gerak.”
Harapannya jelas. Dengan memadukan teknologi modern dan pendekatan tradisional, proses belajar diharapkan jadi lebih autentik. Mu’ti ingin siswa tak kehilangan kemampuan dasar: berpikir mandiri, merangkai gagasan, lalu menuangkannya secara fisik lewat tulisan.
“Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu,” pungkasnya.
“Sehingga kita kombinasikan antara penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dengan sistem pembelajaran, dalam tanda petik ya, tradisional yang menekankan pada kemampuan-kemampuan otentik anak dalam berpikir, menyampaikan gagasan dan menulis.”
Artikel Terkait
Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju Meriah, Ribuan Tamu Termasuk Prabowo dan Gibran Hadir
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Hokkaido, Jepang, Belum Ada Laporan Kerusakan
Pelita Jaya Kokoh di Puncak Klasemen IBL Usai Hajar RANS Simba 87-58
AC Milan vs Juventus Imbang 0-0, Persaingan Tiket Liga Champions Makin Ketat