Di tengah gejolak pasar yang tak menentu, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) atau yang lebih dikenal sebagai Jatis Mobile, mengumumkan rencana besar. Perusahaan ini bersiap melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp35 miliar. Langkah ini ditempuh untuk menstabilkan nilai sahamnya.
Secara rinci, perseroan berencana membeli kembali hingga 163,125 juta lembar saham. Jumlah itu setara dengan 5% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Namun begitu, angka finalnya bisa berubah.
“Jumlah saham yang dapat dibeli kembali oleh perseroan dapat lebih kecil dari jumlah maksimum yang disebutkan di atas tergantung pada harga saham Perseroan pada saat pelaksanaan buyback,”
Begitu penjelasan manajemen JATI dalam prospektus terbaru yang dirilis Kamis (12/3/2026). Mereka menegaskan, dana untuk aksi ini berasal dari optimalisasi kas internal perusahaan.
Soal harga, JATI punya patokan. Harga belinya tak akan melebihi rata-rata harga penutupan saham selama 90 hari perdagangan sebelum buyback dilakukan. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan harga yang dianggap wajar dan menguntungkan bagi perusahaan.
Performa saham JATI sendiri sedang naik turun. Pada Kamis itu, sahamnya ditutup di level Rp108 per lembar, melemah 1,82%. Padahal sehari sebelumnya sempat melonjak 4,76%. Kalau dilihat lebih jauh, dalam sebulan terakhir sahamnya terkoreksi 6,9%. Bahkan dalam rentang tiga bulan, pelemahannya mencapai 25% – sebuah penurunan yang cukup signifikan.
Di sisi lain, perusahaan memastikan satu hal penting. Aksi buyback ini sama sekali tidak akan mengurangi porsi kepemilikan publik atau free float hingga melanggar aturan BEI. Ketentuannya, free float minimal harus 7,5% dari total saham yang tercatat. JATI menjamin angka itu akan tetap terjaga.
Rencananya, program buyback akan berjalan mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Juni 2026 nanti. Lalu, saham-saham yang berhasil dibeli kembali itu punya perjalanan panjang. Periode pengalihan atau pelepasan saham hasil buyback diperkirakan akan berakhir paling lambat pada 8 Juni 2029.
Nah, itulah langkah strategis Jatis Mobile menghadapi fluktuasi pasar. Kita tunggu saja implementasinya.
Artikel Terkait
Pekan Terakhir April 2026: Tiga Faktor Global Picu Ketegangan Pasar Minyak dan Emas
Bapanas Izinkan Penggunaan Kemasan Beras SPHP Tahun 2023–2025 Akibat Kelangkaan Bahan Baku Plastik
Pendapatan Berulang Dominan, Pondok Indah Group Diproyeksi Raup Laba Bersih Rp1,2 Triliun pada 2026
Pefindo Turunkan Peringkat Adhi Commuter Properti dan Obligasinya Imbas Penundaan Kupon