Kerusuhan kembali pecah di Yerusalem. Kali ini, berakhir dengan korban jiwa. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah tertabrak bus di tengah unjuk rasa besar-besaran warga Yahudi ultra-Ortodoks, Selasa (6/1) lalu. Mereka memprotes keras rencana pemerintah yang mewajibkan mereka masuk wajib militer.
Menurut keterangan petugas penyelamat Magen David Adom, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1), bus itu awalnya menabrak tiga pejalan kaki. Tapi kendaraan itu terus melaju, dan akhirnya menabrak remaja tadi yang kemudian terjebak di bawahnya.
"Paramedis menyatakan dia meninggal di lokasi kejadian," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Insiden tragis ini cuma puncak gunung es dari ketegangan yang sudah memanas berbulan-bulan. Ribuan orang turun ke jalan, marah karena aturan baru yang memaksa mereka bergabung dengan militer Israel. Padahal, komunitas ultra-Ortodoks selama ini terbiasa bebas dari wajib militer. Di sisi lain, militer Tel Aviv memang sedang kewalahan. Setelah dua tahun berperang di berbagai front, mereka kekurangan personel.
Unjuk rasa menentang undang-undang ini sudah jadi pemandangan rutin. Tapi yang terjadi Selasa lalu terasa lebih brutal.
Artikel Terkait
Prabowo Tersenyum Gelitik: Yang Namanya Prabowo, Semua Berprestasi!
Aset Dharmawangsa Nadiem Makarim Diusulkan Disita Jaksa di Sidang Korupsi
Lumpur Banjir Sumatera Bakal Disulap Jadi Tanggul, Usulan Menhan ke Mendagri
866 Pelajar di Bangka Belikat Terima Bantuan PIP, Melati: Pendidikan adalah Hak Dasar