Bangi – Malaysia bersikap hati-hati. Bahkan, sangat berhati-hati. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menanggapi usulan pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza. Tanpa jaminan yang jelas dan tegas soal nasib rakyat Palestina, khususnya di Gaza, dukungan awal dari Kuala Lumpur akan sulit diberikan.
“Kami sudah menyampaikan pandangan kami. Perkembangannya kami pantau terus, dan memang cukup sulit untuk memberi dukungan,” ujar Anwar.
Ia menegaskan, syaratnya harus ada jaminan yang kuat. “Kecuali ada jaminan yang benar-benar kuat dan tegas mengenai rakyat Gaza dan Palestina,” tambahnya.
Setelah menunaikan salat Jumat di Surau Al Amin, Bandar Baru Bangi, Anwar melanjutkan penjelasannya di hadapan para wartawan. Menurutnya, sejumlah isu krusial masih mengambang. Pengakuan, penghentian total serangan brutal Israel, serta pemulihan bantuan kemanusiaan. “Hal-hal ini belum dilaksanakan, sehingga sulit bagi kami untuk memberikan dukungan awal,” katanya.
Artikel Terkait
Pabrik Narkoba Sintetis di Kebon Jeruk Digerebek, Potensi Produksi 10 Kilogram
Guru Honorer yang Dulu Joget Dukung Prabowo-Gibran, Kini Galau Lihat Orang Lain Jadi ASN
Jenazah Terakhir Korban ATR 42-500 Diserahkan, Keluarga Berduka di Makassar
MUI Kritik Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza ala Trump