Penerbangan dilakukan pada ketinggian antara 7.000 sampai 8.000 kaki. Pilot dan tim sengaja membidik awan jenis stratocumulus untuk disemai.
"Awan target adalah stratocumulus dengan base awan di ketinggian 5.000 kaki dan top awan mencapai 8.500 kaki,"
jelasnya lebih rinci.
Ada satu catatan lagi dari lapangan. Selama penerbangan berlangsung, tim memantau kondisi angin yang ternyata cukup berpengaruh. Arahnya didominasi dari barat laut saat proses penyemaian dilakukan.
"Pada saat penyemaian, arah angin dominan dari barat laut,"
tutup Azis. Angin seperti ini tentu jadi pertimbangan penting agar bahan semai bisa bekerja efektif di sasaran yang tepat.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional