"Niatnya ke rumah neneknya di daerah Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang," jelas Mulyanto menirukan.
Di sisi lain, sang ibu, Rani (33), sudah dilanda kecemasan sejak lama. Putrinya pamit mengaji di musala dekat rumah sekitar pukul lima sore, tapi hingga pukul setengah delapan malam belum juga pulang. Rani sudah mencari ke mana-mana.
"Saya tunggu sampai 19.30 WIB karena biasanya pulang jam 18.30 WIB setelah ngaji dilanjut Magrib berjemaah. Saya cari ke rumah orang tua saya di sini, ke keluarga maupun rumah temannya juga tidak ada," kenangnya.
Rasa lega baru datang sekitar pukul sepuluh malam, saat Bhabinkamtibmas desanya datang memberi kabar. Rani pun segera menjemput anaknya ke Polsek Ungaran, sambil tak kuasa menahan haru.
"Saya terima kasih kepada warga yang menemukan anak saya, kepada Bapak polisi dan pihak-pihak yang membantu saya," ucap Rani, penuh rasa syukur.
Peristiwa ini jadi pengingat untuk banyak orang tua. Polres Semarang mengimbau agar pengawasan pada anak lebih ditingkatkan. Beri pemahaman tentang bahaya di luar rumah, dan pastikan komunikasi selalu terjalin saat si kecil hendak pergi ke mana pun. Sebuah kejadian yang berakhir baik, tapi bisa saja berakhir lain.
Artikel Terkait
Basarnas Akhiri Pencarian, Kesiapsiagaan Tetap Dijaga untuk Korban ATR 42-500
Video Klub Malam Cirebon Picu Kontroversi, Dua Pria Diamankan Polisi
Cek Kesehatan Gratis Prabowo: Klaim Hemat di Davos, Realita Bengkak di Jakarta
Sentuhan Mata Hati: Kisah Para Terapis Tunanetra di Wyata Guna