Novel Baswedan, mantan penyidik senior KPK, angkat bicara soal penyerangan terhadap Andrie Yunus dari KontraS. Ia mengapresiasi langkah Polri yang telah memulai investigasi. Tapi apresiasi itu tak lantas membuatnya puas. Novel mendesak agar dalang di balik aksi penyiraman air keras itu segera terungkap.
"Saya dapat info Polri sudah ambil beberapa langkah investigasi. Tentu kita apresiasi. Begitu juga dengan RSCM yang sudah berikan layanan terbaik," ujar Novel.
Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil, Jumat kemarin.
Bagi Novel, pengusutan tak boleh setengah-setengah. Harus menyeluruh. "Semua yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau, dan diberi pertanggungjawaban yang berat," tegasnya.
Ia juga punya pesan khusus untuk Presiden.
"Saya mendesak Pak Presiden beri perhatian serius pada perkara ini. Beri dukungan penuh pada Polri agar mereka bisa mengusut tuntas. Semua pelaku harus dihukum seberat-beratnya," sambung Novel.
Menurutnya, cara penyerangan terhadap Andrie menunjukkan niat yang keji. Bukan sekadar menakut-nakuti, tapi berniat membunuh.
"Serangannya itu maksudnya membunuh, kenapa? Area mukanya yang disiram air keras. Kalau kena, korban bisa gagal napas dan meninggal," paparnya.
Dari caranya beraksi, pelaku terlihat terorganisir. Bukan sekadar orang iseng di jalanan. "Nggak cuma satu motor berdua gitu. Ada simbol-simbol tertentu di lapangan. Aksinya terencana. Jahat sekali, biadab," ucap Novel.
Janji Polri: Akan Tuntas
Di sisi lain, Polri menjamin kasus ini akan dibongkar. Mereka sudah bergerak cepat, mengecek CCTV dan memeriksa sejumlah saksi.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyebut Kapolri memberi atensi khusus.
"Bapak Kapolri sebagai pimpinan telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Isir di Mabes Polri.
Penanganan utama ada di Polres Jakpus. Namun untuk mempercepat, Polda Metro Jaya dan Bareskrim turun tangan membantu.
"Penanganan di Satreskrim Polres Jakarta Pusat dapat backup dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim," jelasnya.
Isir menegaskan proses hukum akan dijalankan secara ilmiah. Itu janji mereka. Tinggal kita tunggu realisasinya di lapangan.
Artikel Terkait
RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Seluruhnya Perempuan
Trump Tolak Proposal Iran soal Selat Hormuz karena Tak Bahas Program Nuklir
KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen Imbas Insiden di Bekasi Timur
Kecelakaan Kereta di Bekasi, KAI Daop 5 Purwokerto Batalkan Sejumlah Perjalanan