Kebiasaan mengenakan celana jeans super ketat atau celana dalam yang terlalu sempit rupanya menyimpan risiko serius bagi kesehatan reproduksi pria, bahkan disebut-sebut dapat memicu kemandulan. Temuan ini bukan sekadar mitos, melainkan telah didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah yang mengungkap dampak negatif pakaian ketat terhadap kualitas sperma.
Dokter kulit dari RS Columbia Hospital Pulomas, dr. Radema Maradong Ayu Pranata, Sp.DVE, menjelaskan bahwa produksi sperma pada pria sangat bergantung pada suhu. Testis secara alami terletak di luar tubuh, tepatnya di dalam skrotum, karena membutuhkan suhu yang lebih rendah sekitar dua hingga empat derajat Celsius dari suhu tubuh inti untuk menghasilkan sperma secara optimal. Ketika seorang pria mengenakan celana dalam atau celana panjang yang terlalu ketat, area di sekitar testis menjadi lebih hangat dari kondisi normal. Peningkatan suhu inilah yang kemudian mengganggu proses pembentukan sperma.
“Fakta (sering memakai celana jeans yang super ketat atau celana dalam yang terlalu ketat bagi pria bisa merusak kualitas sperma hingga memicu kemandulan). Itu ada penelitiannya,” ujar dr. Dema dalam sebuah acara kesehatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbedaan suhu antara bagian dalam dan luar celana ketat dapat memicu testis memproduksi sperma dalam jumlah lebih sedikit. “Kalau pakai celana dalam ketat atau celana jeans ketat, itu nanti suhu di luar sama suhu di dalam akan berbeda. Akhirnya kalau suhu berbeda, testisnya akan menguarkan sperma lebih sedikit. Mungkin banyak cacatnya di spermanya,” lanjutnya.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa peningkatan suhu di area testis tidak hanya berdampak pada penurunan jumlah sperma, tetapi juga mengganggu pergerakan sperma atau motilitas, serta meningkatkan jumlah sperma yang abnormal. Dengan kata lain, kualitas sperma secara keseluruhan dapat menurun drastis akibat kebiasaan berpakaian yang terlalu ketat.
Meskipun demikian, penggunaan celana ketat tidak serta-merta menyebabkan kemandulan permanen. Para ahli menekankan bahwa kesuburan pria dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi hormonal, gaya hidup, tingkat stres, asupan nutrisi, hingga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Oleh karena itu, menjaga kenyamanan pakaian dan sirkulasi udara yang baik di area genital merupakan langkah sederhana namun penting untuk mendukung kesehatan reproduksi pria. Kesadaran akan kebiasaan sehari-hari ini patut menjadi perhatian bagi mereka yang ingin menjaga kualitas kesuburan dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Pianis Dunia Rueibin Chen Tampil di Jakarta Juni 2026, Bawakan Konserto Brahms bersama Jakarta Simfonia Orchestra
Kuasa Hukum Herawati Serahkan Dokumen Koordinasi LPSK ke Polres Jaksel
Kuasa Hukum Korban Serahkan Dokumen Koordinasi LPSK ke Polres Jaksel dalam Kasus Penganiayaan ART oleh Erin
Bekam Bermanfaat untuk Nyeri Punggung dan Leher, Dokter Ingatkan Hanya sebagai Terapi Tambahan