Di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat kemarin, suasana Sidang Kabinet Paripurna diwarnai pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Menjelang momen Idul Fitri yang akan datang, dia mengingatkan seluruh jajaran menterinya soal penyelenggaraan 'open house'. Intinya, jangan berlebihan.
"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," tegas Prabowo.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Presiden mengungkit kondisi sebagian masyarakat yang masih berjuang pascabencana. Di sisi lain, dia menekankan pentingnya para pejabat memberikan teladan yang tepat di depan rakyat.
Namun begitu, Prabowo juga memberikan catatan. Instruksi untuk tidak bermewah-mewah ini bukanlah larangan total untuk menggelar acara silaturahmi. Ada pertimbangan lain yang tak kalah penting: roda perekonomian.
"Saudara kita di daerah bencana dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," ujarnya. "Tapi kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak, ekonomi kita juga nggak jalan."
Jadi, pesannya jelas. Tetap silaturahmi, tapi lebih perhatikan kesederhanaan dan situasi rakyat banyak.
Sampai detik ini, pemerintah memang belum memutuskan kapan tepatnya Idul Fitri 2026 dirayakan. Dalam SKB Tiga Menteri tentang libur nasional, disebutkan bahwa Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret. Tapi, semuanya masih menunggu hasil sidang isbat nanti.
Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah sudah lebih dulu mengeluarkan keputusan. Organisasi itu menyatakan Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada tanggal 20 Maret 2026, berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal mereka. Jadi, ada kemungkinan perbedaan hari raya, seperti yang kadang terjadi.
Artikel Terkait
Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Terkendala, 6-7 Orang Masih Terjebak
Tabrakan Kereta Jarak Jauh dan KRL di Bekasi Timur, 5 Tewas dan Puluhan Luka
Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Tewaskan 7 Orang, 81 Luka-luka
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Evakuasi Berlangsung 8 Jam