Lebih dari sekadar bantuan, Tito melihat ini sebagai momen pembelajaran yang tak ternilai. Ini adalah ruang kelas sesungguhnya. Teori-teori yang didapat di kampus dan akademi akhirnya diuji di lapangan yang riil, penuh ketidakpastian dan tantangan.
Ia juga menyelipkan pesan moral. Menghadapi pekerjaan berat seperti ini, dibutuhkan keikhlasan dan keyakinan. Percayalah, selalu ada pelajaran berharga yang tersembunyi di balik kesulitan.
Sebagai penutup, Tito berharap citra positif tertinggal di benak masyarakat Aceh. Ia melepas dengan doa agar semua taruna dapat menjalankan tugas dengan lancar, tetap sehat, dan pulang dengan selamat, membawa pengalaman yang membentuk mereka.
Artikel Terkait
Demokrasi dalam Cengkeraman: Kedaulatan Rakyat Dikaburkan oleh Permainan Elite
Bareskrim Beberkan Kerugian Rp 2,4 Triliun dalam Kasus Dana Syariah Indonesia
Dito Ariotedjo Buka Suara soal Asal-Usul Kuota Haji Tambahan Usai Diperiksa KPK
Chocolate: Kisah Penyembuhan di Balik Hidangan yang Menggugah Jiwa