Sebagai penutup, sembilan film pendek karya angkatan 2024 diputar. Isu MBG dikemas dengan cara yang segar; ada yang dramatis, menegangkan, bahkan ada yang dikemas dengan humor. Eksplorasi genre ini menunjukkan bagaimana komunikasi visual bisa mengambil banyak bentuk.
Menurut Dekan FEISHum Unisa Yogyakarta, Annisa Warastri, Galaksi Vol. 5 ini adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Di sini, teori komunikasi benar-benar dipertemukan dengan isu publik yang nyata.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi bentuk kritik membangun mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah,”
katanya.
Pendapat senada datang dari dosen pembimbing, Dias Reginan Pinkan, yang mengapresiasi proses kreatif mahasiswa dalam mengolah isu aktual. Sementara salah satu pengunjung, Al Fattah, menilai tema yang diangkat sangat relevan.
“Isunya dekat dengan masyarakat dan disajikan dengan cara yang menarik,”
ungkapnya.
Begitulah. Pameran yang berlangsung satu hari itu mungkin sudah berakhir. Tapi percakapan dan kritik yang dimulainya, tampaknya masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Wali Kota Tangerang Alihkan Belajar ke Daring, Imbas Banjir yang Belum Surut
Tower Seluler Ambruk, Hantam Mobil Parkir di Sekolah Surabaya
Genangan Kalimalang Tewaskan Pengemudi Ojek Online di Cikarang
Pasangan Tewas Diserang Kawanan Tawon Ganas di Kebun