Serangan AS ke Venezuela Picu Perpecahan Tajam di Capitol Hill

- Minggu, 04 Januari 2026 | 13:50 WIB
Serangan AS ke Venezuela Picu Perpecahan Tajam di Capitol Hill

Jakarta – Langkah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan mengklaim telah "menangkap" Presiden Nicolas Maduro memicu gelombang reaksi di Washington DC. Ketegangan antara kedua negara, yang memang sudah memanas berbulan-bulan, akhirnya meledak menjadi aksi militer langsung di hari Sabtu itu.

Di tengah situasi yang mencekam, suara-suara penolakan keras langsung terdengar dari kubu Partai Demokrat. Banyak dari anggota parlemen mereka mengecam tindakan Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Yang lebih parah lagi, aksi itu dilakukan tanpa ijin Kongres sebuah kewajiban konstitusional yang diabaikan begitu saja.

Namun begitu, dari sisi lain lorong politik, Partai Republik justru membela keputusan presiden mereka. Bagi mereka, serangan ini adalah bagian dari upaya memerangi penyelundupan narkoba yang mengalir ke AS. Perdebatan pun tak terhindarkan, memecah Capitol Hill menjadi dua kubu yang berseberangan tajam.

Berikut ini cuplikan reaksi dari beberapa politisi yang langsung angkat bicara.

Rashida Tlaib (DPR - Demokrat)

"Pengeboman ilegal dan tanpa provokasi oleh Trump terhadap Venezuela serta penculikan presidennya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Konstitusi AS. Ini adalah tindakan negara yang bertindak di luar hukum," tulis Tlaib di media sosial.

"Rakyat Amerika tidak menginginkan perang perubahan rezim lainnya di luar negeri."

Andy Kim (Senator - Demokrat)

Senator ini punya kecurigaan yang ternyata terbukti. Ia menuduh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berbohong dalam pengarahan Senat bulan lalu. Waktu itu, mereka bilang tekanan AS ke Venezuela bukan untuk ganti rezim.

"Saat itu saya tidak mempercayai mereka, dan kini kita melihat bahwa mereka secara terang-terangan berbohong kepada Kongres," tulis Kim di X.

Menurutnya, Trump sengaja menghindari proses persetujuan Kongres karena tahu rakyat AS mayoritas menolak perang baru. Serangan ini, katanya, justru tidak menunjukkan kekuatan. "Membahayakan warga Amerika di sana dan mengirim sinyal mengerikan ke pemimpin dunia lain," tambah Kim.

Betty McCollum (DPR - Demokrat)

Sebagai politisi senior di Subkomite Anggaran Pertahanan, McCollum bersikap tegas. Ia mendesak Trump untuk segera menghentikan serangan.

"Tindakan yang diambil hari ini oleh pemerintahan Trump jelas-jelas ilegal," tegasnya dalam pernyataan resmi.


Halaman:

Komentar