Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi

- Rabu, 11 Maret 2026 | 12:15 WIB
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi

SASSUSOLO – Kalau melihat klasemen sementara Serie A, posisi Sassuolo di urutan kesembilan mungkin terlihat lumayan. Tapi jangan salah, bagi Alessandro Matri, situasi itu justru menggambarkan masalah mendasar klub. Legenda Italia itu bicara blak-blan. Menurutnya, tim berjuluk Neroverdi ini lebih sibuk 'mengasah berlian' ketimbang berburu prestasi.

“Sassuolo tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang. Mereka tampak seperti proyek yang berbeda dari Bologna, Atalanta, atau Como,”

Begitu kritik pedas Matri, seperti dilansir Sassuolo News, Rabu lalu. Intinya, klub terlalu fokus menjadikan pemain muda sebagai komoditas.

Di lapangan, hasilnya memang tak konsisten. Dari 28 laga, mereka cuma menang 11 kali, imbang lima, dan kalah dalam 12 pertandingan. Koleksi 38 poin itu jelas jauh dari bayangan bisa mengejar Napoli atau Inter Milan. Performa tim naik-turun, kadang gemilang, seringkali juga mengecewakan.

Matri tak sepenuhnya menyalahkan filosofi itu. Di satu sisi, ia paham ini adalah bisnis. “Ini adalah pekerjaan berkelanjutan untuk mengembangkan pemain, menjual mereka untuk mengumpulkan uang,” ujarnya. Strategi itu terbukti menjaga kesehatan keuangan klub. Pemain-pemain seperti Jay Idzes mendapat panggung untuk menunjukkan bakat.

Tapi konsekuensinya jelas: Sassuolo kesulitan bersaing.

“Kemudian memulai lagi, tetapi mereka tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang,”

tambah Matri melengkapi. Fokus pada pengembangan individu seringkali mengorbankan soliditas tim secara keseluruhan. Banyak talenta muda yang diorbitkan, tapi kontinuitas sebagai sebuah unit sulit dijaga. Alhasil, ketika berhadapan dengan tim yang lebih berpengalaman dan stabil, Sassuolo kerap keteteran.

Jadi, apa yang kita lihat sekarang? Sassuolo tetap menjadi destinasi menarik bagi bakat-bakat muda yang ingin bersinar di Serie A. Mereka punya mata yang tajam untuk menemukan permata. Namun begitu, musim 2025-2026 ini tampaknya akan tetap berat. Menjadi pabrik pemain punya untungnya sendiri, tapi mimpi untuk duduk di papan atas? Itu cerita lain.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar