Jhon Sitorus Sindir PSI: Sibuk Urus 2029, Lupakan Banjir Bandang Sumatera
Kritik pedas kembali dilontarkan pegiat media sosial Jhon Sitorus. Kali ini, sasarannya adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Intinya sederhana: partai itu dinilai kehilangan kepekaan. Di saat bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan meresahkan warga, perhatian PSI justru melayang ke hal lain.
“Masih banyak urusan yang jauh lebih urgent dibanding Pilpres 2029,” tegas Jhon dalam pernyataannya yang beredar Jumat lalu.
“Banjir bandang di Sumatera misalnya, itu nyata dan sedang dirasakan rakyat sekarang.”
Menurut pengamatannya, partai yang kerap mengusung isu anak muda ini tak menunjukkan empati yang cukup. Alih-alih fokus pada penderitaan korban bencana yang membutuhkan uluran tangan, mereka justru asyik memainkan narasi politik untuk pemilu yang masih lama. “PSI memilih tidak memikirkan nasib rakyat sama sekali. Yang dipikirkan justru soal Pilpres 2029,” sindirnya lagi.
Namun begitu, kritik Jhon tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti arah politik PSI yang terasa janggal. Di satu sisi, bangsa ini butuh stabilitas dan kerja kolektif untuk menangani berbagai persoalan, mulai dari pemulihan bencana hingga ekonomi. Tapi di sisi lain, PSI justru terlihat ingin berseberangan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Bahkan Prabowo juga mau dilawan. Padahal rakyat butuh kerja nyata, bukan konflik politik baru,” lanjutnya.
Ada nada kecewa dalam ucapannya. Jhon menyebut perubahan drastis PSI terjadi setelah mereka terlalu lekat dengan keluarga mantan Presiden Jokowi. Identitasnya sebagai partai muda yang dinamis seakan menguap. “PSI jadi aneh sejak jadi budak anak-anak Jokowi,” ujarnya tanpa tedeng aling-aling.
Lebih memprihatinkan lagi, pengaruh partai ini di mata masyarakat disebutnya kian merosot. Gaungnya di tingkat akar rumput, klaim Jhon, bahkan kalah dari organisasi kemasyarakatan biasa di tingkat kabupaten. Sebuah ironi untuk partai yang selalu ingin tampil modern.
“Kalah dari ormas kabupaten. Ini ironi untuk partai yang mengklaim modern dan progresif,” tandas Jhon menutup kritiknya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pengurus PSI mengenai serangkaian tuduhan tersebut. Kritik itu pun masih menggantung, menunggu klarifikasi.
Artikel Terkait
Muscab PPP Bone Sepakat Dukung Khairul Amran Pimpin Kembali Partai
Guru SMP di Indramayu Diduga Cabuli 22 Siswa, Pelaku Kabur Masuk DPO
Trump dan Melania Dievakuasi Darurat Usai Penembakan di Acara Makan Malam Wartawan Gedung Putih
Basarnas Cari Perempuan 51 Tahun Hilang di Hutan Battang Barat Palopo