Bagi Uchok, kejadian ini bukan sekadar lelucon atau gangguan biasa. Ia menduga kuat ini ada kaitannya dengan pekerjaannya selama ini. Sebagai aktivis, ia kerap bersuara lantang mengkritisi anggaran di berbagai instansi, mulai dari lembaga pemerintah, BUMN, hingga BUMD. Kritiknya kerap menyoroti dugaan korupsi.
Di sisi lain, teror seperti ini jelas menimbulkan ketakutan. Namun begitu, Uchok justru melihatnya sebagai bentuk intimidasi yang lebih luas. Menurutnya, ini adalah upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berekspresi dan meredam suara kritis dari masyarakat sipil yang mengawasi uang rakyat.
“Saya melihat ini sebagai upaya menakut-nakuti agar saya berhenti mengungkap dugaan korupsi,” tegasnya.
Nada suaranya terdengar mantap. “Tapi saya tegaskan, teror tidak akan menghentikan perjuangan saya dalam mengawal anggaran publik.”
Insiden paket bangkai ayam itu kini telah menjadi perhatian. Meski meneguhkan tekadnya, ancaman terhadap keselamatan diri dan keluarga tentu meninggalkan suasana mencekam. Sebuah pesan kelam yang disampaikan di depan pintu rumahnya.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional