Bagi Uchok, kejadian ini bukan sekadar lelucon atau gangguan biasa. Ia menduga kuat ini ada kaitannya dengan pekerjaannya selama ini. Sebagai aktivis, ia kerap bersuara lantang mengkritisi anggaran di berbagai instansi, mulai dari lembaga pemerintah, BUMN, hingga BUMD. Kritiknya kerap menyoroti dugaan korupsi.
Di sisi lain, teror seperti ini jelas menimbulkan ketakutan. Namun begitu, Uchok justru melihatnya sebagai bentuk intimidasi yang lebih luas. Menurutnya, ini adalah upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berekspresi dan meredam suara kritis dari masyarakat sipil yang mengawasi uang rakyat.
“Saya melihat ini sebagai upaya menakut-nakuti agar saya berhenti mengungkap dugaan korupsi,” tegasnya.
Nada suaranya terdengar mantap. “Tapi saya tegaskan, teror tidak akan menghentikan perjuangan saya dalam mengawal anggaran publik.”
Insiden paket bangkai ayam itu kini telah menjadi perhatian. Meski meneguhkan tekadnya, ancaman terhadap keselamatan diri dan keluarga tentu meninggalkan suasana mencekam. Sebuah pesan kelam yang disampaikan di depan pintu rumahnya.
Artikel Terkait
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa
Banjir Rendam 31 Desa di Bekasi, Jalanan Berubah Jadi Kolam
Khozinudin Tolak Damai: SOP Solo Dituding Upaya Pecah Belah Penggugat