Di Kota Bekasi, Rabu (4/3) malam lalu, suasana di tempat pelatnas panjat tebing Indonesia terasa berbeda. Galar Pandu Asmoro baru saja diperkenalkan sebagai pelatih baru untuk disiplin speed. Menggantikan Hendra Basir bukanlah perkara mudah, tapi Galar punya pendekatan tersendiri.
"Tim kepelatihan yang baru tentu akan mengambil sisi positif dari apa yang dibangun oleh pelatih sebelumnya," ujar Galar, usai acara perkenalan itu.
Baginya, perubahan drastis dalam sistem latihan justru berisiko. Atlet-atlet sudah punya kebiasaan dan pola latihan yang terbentuk bertahun-tahun. Jadi, pendekatannya harus bertahap. Menurut sejumlah saksi, ia menekankan bahwa disiplin speed itu unik butuh konsistensi teknik, kekuatan, dan reaksi yang hanya bisa terasah lewat pengulangan. Mengubah semuanya sekaligus? Itu bisa mengganggu ritme dan kenyamanan atlet.
"Ada juga yang sedikit kami modifikasi atau kembangkan untuk kebutuhan pembinaan," lanjutnya. "Karena memang untuk mengubah sesuatu secara frontal itu juga butuh waktu."
Evaluasi tetap jalan, tentu saja. Modifikasi pada teknik dan intensitas latihan dilakukan secara selektif, tanpa membongkar fondasi yang sudah ada. Dengan cara ini, proses adaptasi diharapkan berjalan lebih mulus. Performa atlet pun takkan terganggu.
Artikel Terkait
Keluarga di Jombang Diculik dan Disekap ke Bangkalan Gara-Gara Utang Rp 25 Juta
Arsenal Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Taklukkan Brighton 1-0
Indonesia Ekspor Perdana Beras Premium untuk Jamaah Haji di Arab Saudi
Manchester City Tertahan Imbang Nottingham Forest, Jarak ke Arsenal Tetap 7 Poin