Hujan ekstrem kembali mengancam Tangerang. Untuk hari Jumat (23/1), BMKG Wilayah II menetapkan status AWAS level tertinggi peringatan dini untuk tiga wilayah: Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Status itu berarti hujan bisa mengguyur dengan intensitas sangat lebat, bahkan ekstrem.
Lalu, apa penyebabnya? Ternyata ada beberapa faktor yang saling bertautan. Monsun Asia yang menguat, fenomena La Nina, dan gelombang atmosfer aktif ikut bermain. Namun, pemicu utama yang patut dicermati adalah bibit Siklon Tropis 91S di selatan NTB, yang terbentuk sejak 21 Januari dan bergerak lambat ke arah selatan-tenggara.
BMKG Wilayah II, yang memantau cuaca di tujuh provinsi Indonesia bagian barat, menambahkan penjelasan.
Ancaman ini bukan tanpa dasar. Sehari sebelumnya, Kamis (22/1), cuaca buruk sudah lebih dulu menunjukkan taringnya. Hujan deras membanjiri sejumlah titik seperti Pondok Aren, Ciledug, hingga Cipondoh. Situasinya cukup parah sampai memicu genangan yang merendam permukiman.
Untungnya, untuk Sabtu besok, status AWAS di Banten sudah dicabut. Tapi dampak dari hujan hari Kamis masih nyata terlihat, dan salah satu lokasi terparah adalah di Cikande.
Artikel Terkait
Banjir Bekasi Rendam 20 Kecamatan, 21 Ribu Warga Terdampak
Puluhan Kendaraan ASN Berputar Haluan di Hari Bebas Mobil Kepatihan
Tan Malaka dan Politik Pangan: Antara Memberi Ikan dan Membebaskan Pikiran
Bocah 6 Tahun Tegar Bacakan Surah Al-Insyirah untuk Ayahnya, Korban Jatuhnya Pesawat di Pangkep