Dua jenazah lagi berhasil ditemukan di lokasi kecelakaan maut itu. Reruntuhan di Adamuz, Andalusia, akhirnya menyerahkan korban terakhir pada Kamis (22/1) lalu. Dengan temuan ini, angka kematian resmi pun menggenap menjadi 45 orang.
Juru bicara darurat Andalusia mengonfirmasi kabar duka ini.
"Mereka adalah dua orang yang selama ini masih hilang. Dari total 45 orang yang dilaporkan, kini semuanya telah ditemukan. Kecelakaan ini juga menorehkan luka, lebih dari 120 orang lainnya harus dirawat."
Dari seluruh korban tewas, hampir semuanya warga Spanyol. Meski begitu, ada tiga wanita yang berasal dari luar negeri: Maroko, Rusia, dan Jerman. Sebuah tragedi yang menyatukan duka dari berbagai penjuru.
Guncangan nasional akibat tabrakan dua kereta cepat di selatan Andalusia hari Minggu itu begitu hebat. Pemerintah Spanyol pun menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Bendera-bendera berkibar setengah tiang.
Kalau kita melihat ke belakang, insiden ini tercatat sebagai yang terparah dalam sejarah perkeretaapian Spanyol dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir. Sebuah catatan kelam yang tak ingin diulang.
Artikel Terkait
Kumpul Kebo dan Dilema Privasi di Bawah Bayang-bayang KUHP Baru
Di Davos, Turki Serukan Langkah Nyata untuk Gaza Lewat Piagam Perdamaian
Trump Ancam Taliban, Kabul Siap Tempur 20 Tahun Lagi
Kisah Abadi Qin Siyuan: Kutuk Ribuan Tahun dan Lentera yang Menanti Dipadamkan