Di tengah keramaian World Economic Forum di Davos, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perasaan yang bertolak belakang. Ia mengaku senang, bahkan bangga, mendengar kabar dari survei Harvard University dan Gallup Poll. Hasilnya? Tingkat kebahagiaan rakyat Indonesia disebut-sebut sebagai yang tertinggi di dunia.
Tapi perasaan itu tak berlangsung lama. Di sisi lain, ada rasa sedih yang menyelip. Bagaimana tidak, di balik angka yang membanggakan itu, ia tahu betul masih banyak warganya yang hidup serba susah.
Ucap Prabowo di Davos, Kamis lalu. Suasana forum elit dunia itu seketika menjadi saksi pernyataan yang dalam.
Katanya lagi, melanjutkan. Nada suaranya terdengar berubah. Kebahagiaan yang terungkap dalam survei itu, baginya, justru menyoroti sebuah kontras yang tajam dengan realita sehari-hari.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Tanpa Pendidikan yang Memadai, Negara Bisa Gagal
Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4
Angke Hulu Siaga 1, 132 RT di Jakarta Terendam Banjir
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari