Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Isu Kebocoran Data Nuklir Menggantung

- Rabu, 28 Januari 2026 | 07:36 WIB
Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Isu Kebocoran Data Nuklir Menggantung

Gelombang penyelidikan di tubuh militer China kembali mencuat. Kali ini, dua jenderal paling puncak yang jadi sasaran. Mereka diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius istilah khas Beijing yang biasanya mengarah pada kasus korupsi.

Kedua nama itu bukan sembarang orang. Ada Zhang Youxia, yang selain jadi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), juga anggota Politbiro. Lalu Liu Zhenli, sang Kepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Posisi mereka sangat strategis, dan pengangkatannya sendiri baru berlangsung Maret tahun lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Jiang Bin, mengonfirmasinya lewat rilis video.

“Anggota Politbiro dan Wakil Ketua CMC Zhang Youxia serta anggota CMC dan Kepala Departemen Staf Gabungan CMC Liu Zhenli diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius,”

Politbiro, yang beranggotakan 24 elite partai termasuk Xi Jinping, adalah jantung kekuasaan eksekutif. Jadi, kasus ini benar-benar menyentuh lapisan teratas.

Zhang Youxia, di usianya yang ke-75, punya kedekatan personal dengan Presiden Xi. Mereka sama-sama anak dari tokoh revolusioner, karir militernya panjang, dan pernah bertempur langsung di perang perbatasan melawan Vietnam tahun 1979. Sementara Liu Zhenli, yang lebih muda di usia 61 tahun, memegang kendali operasi militer, intelijen, dan pelatihan sehari-hari PLA. Perannya sangat vital.

Dengan diselidikinya mereka berdua, Komisi Militer Pusat praktis tinggal menyisakan dua orang figur aktif: Xi Jinping sebagai ketua, dan Zhang Shengmin sebagai wakil ketua. Zhang Shengmin sendiri berasal dari Pasukan Roket dan juga punya peran di lembaga antikorupsi partai.

Beberapa media internasional menyoroti kerasnya langkah ini. Mereka menyebutnya sebagai aksi "pembersihan jenderal" paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Isu Kebocoran Data Nuklir yang Mengguncang

Namun begitu, angin skandal ternyata berhembus lebih kencang. Laporan The Wall Street Journal mengungkap tuduhan yang lebih berat: Zhang Youxia diduga membocorkan data strategis nuklir China ke Amerika Serikat.

Menurut laporan itu, informasi ini terungkap dalam sebuah pengarahan tertutup untuk petinggi militer. Isu kebocoran informasi sensitif jadi poin panas yang dibahas. Rupanya, indikasi kebocoran data teknis inti senjata nuklir ini muncul dari penyelidikan terhadap mantan pejabat di perusahaan nuklir milik negara. Meski begitu, rincian pastinya masih tertutup rapat.

Masalah Zhang tak berhenti di situ. Namanya juga dikaitkan dengan promosi mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu, yang kemudian tersandung skandal korupsi besar. Promosi itu disebut melibatkan suap.

Surat kabar resmi militer, PLA Daily, tak main-main menyikapi hal ini. Editorialnya menuding Zhang dan Liu telah "mengkhianati kepercayaan besar" partai dan "merusak sistem tanggung jawab tertinggi" yang berada di tangan ketua CMC sebuah referensi jelas kepada loyalitas pada Xi Jinping.

Korupsi: Ancaman yang Tak Pernah Sirna

Semua ini terjadi di tengah peringatan berulang Xi Jinping. Ia menyebut korupsi sebagai "ancaman paling serius" bagi Partai Komunis.

Dalam berbagai kesempatan, Xi juga mengakui bahwa pertarungan melawan korupsi di tubuh negara dan militer masih jauh dari kata selesai. Situasinya kompleks dan penuh tantangan. Penyidikan terhadap dua jenderal bintangnya ini mungkin jadi bukti paling nyata dari pernyataan itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler