Namun begitu, angin skandal ternyata berhembus lebih kencang. Laporan The Wall Street Journal mengungkap tuduhan yang lebih berat: Zhang Youxia diduga membocorkan data strategis nuklir China ke Amerika Serikat.
Menurut laporan itu, informasi ini terungkap dalam sebuah pengarahan tertutup untuk petinggi militer. Isu kebocoran informasi sensitif jadi poin panas yang dibahas. Rupanya, indikasi kebocoran data teknis inti senjata nuklir ini muncul dari penyelidikan terhadap mantan pejabat di perusahaan nuklir milik negara. Meski begitu, rincian pastinya masih tertutup rapat.
Masalah Zhang tak berhenti di situ. Namanya juga dikaitkan dengan promosi mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu, yang kemudian tersandung skandal korupsi besar. Promosi itu disebut melibatkan suap.
Surat kabar resmi militer, PLA Daily, tak main-main menyikapi hal ini. Editorialnya menuding Zhang dan Liu telah "mengkhianati kepercayaan besar" partai dan "merusak sistem tanggung jawab tertinggi" yang berada di tangan ketua CMC sebuah referensi jelas kepada loyalitas pada Xi Jinping.
Korupsi: Ancaman yang Tak Pernah Sirna
Semua ini terjadi di tengah peringatan berulang Xi Jinping. Ia menyebut korupsi sebagai "ancaman paling serius" bagi Partai Komunis.
Dalam berbagai kesempatan, Xi juga mengakui bahwa pertarungan melawan korupsi di tubuh negara dan militer masih jauh dari kata selesai. Situasinya kompleks dan penuh tantangan. Penyidikan terhadap dua jenderal bintangnya ini mungkin jadi bukti paling nyata dari pernyataan itu.
Artikel Terkait
Komisi III Gelar Rapat Kerja dengan KPK, Evaluasi Kinerja 2025 Jadi Sorotan
Granat Menghantam, Kendaraan Baja Selamatkan Wali Kota dari Maut
Melawan Ombak Danau Sentani Demi Kirimkan Makanan Bergizi ke Pulau-pulau Terpencil
Potongan Video Prabowo Soal Israel Beredar, Padahal Pernyataan Lengkapnya Tegaskan Dukungan untuk Palestina