Rekonstruksi Tertutup Ungkap 13 Adegan Kasus Dosen vs Dokter di RS Sultan Agung

- Rabu, 10 Desember 2025 | 19:50 WIB
Rekonstruksi Tertutup Ungkap 13 Adegan Kasus Dosen vs Dokter di RS Sultan Agung

SEMARANG - Suasana di salah satu ruangan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Rabu sore itu cukup tegang. Di sanalah polisi menggelar rekonstruksi tertutup terkait kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum dosen Unissula, Muhammad Dias Saktiawan, terhadap dokter Astrandaya Ajie. Acara yang digelar Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Tengah ini bertujuan menguak duduk perkara sebenarnya.

Kombes Pol Dwi Subagyo, selaku Direktur Kriminal Umum, memaparkan bahwa rekonstruksi ini melibatkan pelapor, terlapor, dan sejumlah saksi. Mereka bersama-sama memeragakan total 13 adegan kejadian.

"Masing-masing pihak menyampaikan kejadiannya, ada 13 adegan dan proses masih berlangsung," jelas Dwi Subagyo.

Bagi polisi, langkah ini bukan sekadar formalitas. Menurut Dwi Subagyo, ini adalah langkah signifikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kejadian itu. Semua detail dicermati.

Di sisi lain, pihak rumah sakit mengaku telah mengetahui kegiatan tersebut. Ismoko, Direktur Pelayanan RSI Sultan Agung, membenarkan adanya reka ulang yang dilakukan aparat.

Harapannya sederhana: kasus ini cepat selesai. "Harapannya selesai masalahnya, tidak mengambang," ucap Ismoko. Kekhawatirannya adalah agar dinamika ini tidak sampai mengganggu ritme pelayanan di rumah sakit.

Nah, setelah rekonstruksi ini rampung, apa langkah selanjutnya? Polda Jateng berencana segera menggelar perkara. Hasilnya akan menentukan apakah kasus ini layak naik ke tahap penyidikan atau tidak. Semuanya tergantung dari temuan dan bahan yang dikumpulkan hari ini.

Lantas, bagaimana cerita awalnya? Konflik ini berawal saat Muhammad Dias, sang dosen Fakultas Hukum Unissula itu, diduga melakukan penganiayaan terhadap dr. Astrandaya Ajie. Pemicunya? Disebutkan bahwa Dias tidak terima dengan proses pemeriksaan pra-persalinan yang dijalani istrinya, yang ditangani oleh dokter tersebut. Emosi yang memuncak, dan situasi pun meledak.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar