Di pengadilan Snaresbrook, London, Rabu (21/1) lalu, terungkap sebuah kisah yang tak biasa. Barron Trump, putra bungsu mantan Presiden AS Donald Trump, disebut-sebut sebagai pahlawan dalam sebuah insiden kekerasan domestik yang terjadi awal tahun ini. Ia dikabarkan berperan besar dalam menyelamatkan nyawa seorang wanita.
Semuanya berawal dari sebuah panggilan video, dini hari tanggal 18 Januari 2025. Di ujung lain layar, Barron melihat seorang wanita yang dikenalnya sedang dipukuli. Pelakunya adalah Matvei Rumiantsev, pacar sang wanita yang berstatus warga negara Rusia. Situasi yang dilihat Trump lewat panggilan itu sungguh mengerikan.
Tanpa banyak pikir panjang, beberapa menit kemudian ia menelepon nomor darurat. Suaranya terdapat panik, tapi ia berusaha menjelaskan situasinya sejelas mungkin. “Ini benar-benar keadaan darurat, tolong. Saya menerima telepon darinya tentang seorang pria yang memukulinya,” begitu kira-kira isi laporannya.
Operator sempat menanyakan hubungannya dengan korban. Pertanyaan itu rupanya membuat Trump kesal. Waktunya terasa sempit, dan kekhawatiran akan keselamatan temannya itu memuncak.
“Saya bertemu dengannya di media sosial. Dia dipukuli dengan sangat parah dan panggilan itu sekitar delapan menit yang lalu, saya tidak tahu apa yang mungkin terjadi sekarang,” jawabnya kepada operator.
Artikel Terkait
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari
Hoaks Video Viral Gym Ambarawa, Polisi Ungkap Modus Pencabulan di Balik Heboh Medsos
Jakarta Terapkan Sekolah Daring, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Januari
Prabowo Buka Suara di Davos: Dari Menolak Undangan hingga Pamer Prestasi Setahun Memimpin