Kenaikan air yang begitu cepat pada Kamis malam itu bikin warga trauma. Banyak yang awalnya bertahan di lantai dua, akhirnya memilih dievakuasi. Tenda-tenda darurat pun kembali dipadati gelombang pengungsi baru.
Menyikapi hal ini, petugas gabungan dari BPBD, SAR, dan kepolisian siaga penuh. Mereka sudah menyiagakan perahu karet di titik rawan. Tujuannya jelas, untuk mempercepat evakuasi jika air terus naik.
Di sisi lain, untuk urusan perut, Polda Jabar bersama Polres Karawang membuka dapur umum. Lokasinya di Kecamatan Telukjambe Barat.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki, menjelaskan kalau dapur umum itu dioperasikan pakai kendaraan taktis serbaguna.
“Kami operasikan dapur umum bantuan Polda Jabar yang bisa menghasilkan 400-500 porsi untuk warga di penampungan dan kantor desa,” katanya.
Dari sana, makanan siap saji disediakan dua kali sehari, pagi dan sore. Sambil itu, aparat dan pemda terus berkoordinasi, memantau perkembangan. Patroli malam dengan perahu juga digelar. Mereka ingin memastikan tidak ada warga terutama orang tua dan anak-anak yang masih terjebak di dalam rumah saat gelap.
Artikel Terkait
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari
Hoaks Video Viral Gym Ambarawa, Polisi Ungkap Modus Pencabulan di Balik Heboh Medsos
Jakarta Terapkan Sekolah Daring, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Januari
Prabowo Buka Suara di Davos: Dari Menolak Undangan hingga Pamer Prestasi Setahun Memimpin