KARAWANG – Sudah lima hari berlalu, tapi air tak juga mau surut. Ribuan rumah di Karawang masih terendam, dan situasinya malah makin parah sejak Kamis malam kemarin. Hujan deras sepanjang hari di wilayah Telukjambe Barat dan Timur bikin debit air naik lagi, cukup signifikan. Padahal, beberapa titik sempat mengering.
Akibatnya, ratusan rumah yang baru saja dibersihkan warga, kini kembali kebanjiran. Airnya datang dari mana-mana, kiriman dan hujan lokal. Peningkatannya terbilang ekstrem, lho.
Di pemukiman padat, airnya bervariasi. Ada yang setinggi satu meter, tapi yang paling parah hampir dua meter. Beberapa bangunan bahkan tenggelam total, atapnya saja yang kelihatan.
“Hujannya deras banget, jadi naik lagi. Banyak warga tadi siang sudah bersih-bersih, malah malam ini harus ngungsi lagi,” ujar seorang petugas di lokasi.
Nah, masalahnya nggak cuma di rumah-rumah. Jalan utama yang tadi siang bisa dilewati, sekarang terputus lagi. Genangannya dalam, bisa 50 sampai 70 sentimeter. Aktivitas ekonomi pun total lumpuh.
Kondisi jalan seperti ini bikin relawan kesulitan. Distribusi bantuan logistik dan makanan ke posko-posko pengungsian di pedalaman desa jadi terhambat. Perjalanan yang seharusnya singkat, jadi berjam-jam.
Artikel Terkait
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari
Hoaks Video Viral Gym Ambarawa, Polisi Ungkap Modus Pencabulan di Balik Heboh Medsos
Jakarta Terapkan Sekolah Daring, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Januari
Prabowo Buka Suara di Davos: Dari Menolak Undangan hingga Pamer Prestasi Setahun Memimpin